Monday, 8 January 2018
Home »
» PNS tak Netral Bisa Dipecat
PNS tak Netral Bisa Dipecat
BOGOR–Aroma politik 2018 rupanya semakin terasa. Setiap nama telah bermunculan di setiap sudut Kota Bogor. Semuanya beragam, ada yang dari pengusaha, politisi, atau juga birokrat.
Untuk menghadapi Pesta Demokrasi nanti, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat, mengingatkan kembali pentingnya netralitas pegawai negeri sipil (PNS) dalam Pilwalkot 2018.
“Sudah kami sampaikan kepada aparatur sipil negara (ASN) tidak ada yang boleh berpihak kepada pasangan calon mana pun. Kami akan ambil sikap jika ada ASN yang terlibat, dengan teguran tertulis, penurunan pangkat hingga pemecatan,” ujar Ade seusai menghadiri Apel Gelar Pasukan Ops Mantap Praja Lodaya 2018, di Mako Polresta Bogor Kota, Kedunghalang, kemarin (5/1).
Ade menekankan bahwa netralitas PNS dalam menghadapi Pilkada 2018 sangat penting. Jangan sampai ada PNS yang bermain politik. ”PNS harus tetap fokus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.
Dia juga membeberkan biaya pengamanan pelaksanaan Pilkada serentak 2018 di Kota Bogor yang menyedot anggaran Rp14 miliar. Kebutuhan dana tersebut bersumber dari APBD 2018.
“Anggaran Rp14 miliar ini untuk keseluruhan tahapan pilkada yang sudah bergerak sejak September hingga nanti pelantikan,” kata Ade.
Ade berujar, dengan adanya anggaran pengamanan sebesar itu, harus disertai kekompakan dari muspida di setiap tahapan pilkada. Ini juga sebagai jaminan bagi keamanan di Kota Hujan.
Di tempat yang sama, Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya mengatakan, apel gelar pasukan dilakukan untuk mengecek kesiapan personel dan sarana prasarana Polri. Agar apa yang direncanakan berjalan optimal demi terciptanya kondisi pemilu yang kondusif. Sedikitnya 1.800 personel Polri dan TNI dikerahkan sejak pra-pilkada hingga pilkada. Termasuk pengawal pribadi bagi masing-masing pasangan calon (paslon) wali kota dan wakil wali kota.
“Kami juga berterima kasih atas anggaran pengamanan pilkada. Suksesnya pilkada serentak diperlukan sinergitas antara Polri, pemerintah dan masyarakat,” ucapnya.
Dia juga mengultimatum agar selama proses pilkada masyarakat bisa memilah informasi yang diterima. Mulai berita hoax, hate speech, dan black campaign. Apalagi, Polda Jabar saat ini sudah membentuk Satgas Siber. “Kami mengimbau masyarakat harus dewasa dan cermat mengamati media sosial agar tidak gampang terprovokasi, dan bagi paslon harus mematuhi aturan yang ada,” pungkasnya. (wil/c)
sumber :Radar Bogor
Related Posts:
Warga Bogor, Waspada Kekerasan pada Anak POJOKJABAR.com, BOGOR – Masih marak kekerasan terhadap anak dan perempuan, menjadi perhatian serius berbagai pihak. Bahkan, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Bogor gencar sosiali… Read More
Ujicoba Smart Card oleh Dishub Kota Bandung Gagal POJOKJABAR.com, BANDUNG – Kepala Dinas Perhubungan (Kadihub) Kota Bandung Didi Ruswandi mengatakan, ujicoba smart card dengan Telkom kurang berhasil. “Masalah kelistrikan yang dalam pengoperasian sering membuat accu drop… Read More
Keren… Ini Dia Tempat Wisata Gua Asem Kabupaten Bogor yang Menantang POJOKJABAR.com, BOGOR – Siapa sangka, Kabupaten Bogor memiliki potensi alam yang luar biasa. Sebut saja curug, hutan lindung dan goa. Seperti yang ada di Kecamatan Klapanunggal, tepatnya Kampung Guha Siangan, Desa … Read More
Icip-icip Jajanan Menggoda di Sukabumi, Sensasi Bakso Kaget, Sekaget Rasanya POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Membahas bakso dengan segala keunikan dan kelezatan rasanya, memang tak akan habis. Di Sukabumi, jajanan ini sangat digemari masyarakat. Jika di beberapa wilayah muncul bakso s… Read More
CUACA CIANJUR : Yuk Cek Dulu Prakiraan Cuaca Cianjur di Sini POJOKJABAR.com, CIANJUR – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca berawan akan terjadi di Kabupaten Cianjur, Rabu (12/10/2016). Sedangkan suhu udara di Cianjur diperkirakan 22… Read More
0 komentar:
Post a Comment