Tuesday, 9 January 2018
Home »
» Karya Bernyawa dari Maestro Naturalis
Karya Bernyawa dari Maestro Naturalis
BOGOR – Tiap karya seni tidak terlahir begitu saja. Meski ide awal berupa kesengajaan, hal itu memiliki makna mendalam. Banyak seniman, khususnya pelukis Bogor yang memaknai tiap karyanya.
Sebagian orang bisa menganggap karya tersebut biasa, natural, mentah atau berantakan. Namun, justru sebuah karya seni yang sesungguhnya adalah karya seni yang bernyawa, yang perlu dinikmati.
Itulah kesan kuat yang muncul dari lukisan karya R Yan Mulyana yang dipamerkan di Lippo Plaza Keboen Raya, Jalan Pajajaran, kemarin (7/1). Puluhan karya yang dibalut dalam tema Menembus Batas Lukis Naturalis tersebut menceritakan banyak hal tentang kehidupan warga Bogor.
Mulai kehidupan keseharian, impian hingga perkembangan terkini Bogor. “Karya yang saya tampilkan banyak macam. Dan itu mempunyai makna yang berbeda-beda,” ujar Adum -sapaan akrabnya.
Adum menuturkan, dari tahun ke tahun dia sering membuat pameran lukis di beberapa kota dan kabupaten wilayah Indonesia. Dia pun pernah diminta langsung oleh salah satu keturunan Raja Arab melalui utusannya untuk melukis mural dinding. “Kala itu saya dikontrak selama satu tahun pada tahun 2000,” katanya.
Dalam pameran ini, lukisan bentangan alam khas Bogor ia pamerkan. Mulai dari pemandangan Gunung Salak dan Gunung Gede, juga Kali Ciliwung. Dengan adanya pameran ini, Adum berharap, selain bisa memanjakan mata masyarakat akan karya-karyanya, juga bisa memotivasi para pelukis Kota Bogor untuk terus berkarya. “Terus berani dan jangan mudah putus asa untuk berkarya,” bebernya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman menyampaikan apresiasi yang sangat besar kepada panitia penyelenggara pameran tunggal Raden Yan Mulyana dengan tema Menembus Batas Lukis Naturalis.
“Ini adalah kegiatan positif di awal 2018,” kata Usmar di sela-sela pembukaan pameran, Sabtu (6/1).
Saat ini, kata dia, Bogor merupakan miniatur dari Indonesia. Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia untuk menuntut ilmu di IPB.
“Secara langsung maupun tidak langsung, ini menjadi unsur pemersatu dari kebinekaan itu sendiri,” ujarnya.(ran/c)
sumber :Radar Bogor
Related Posts:
Mau Lihat Kebudayaan Asli Indonesia? Datang Saja ke STEI Tazkia Sentul Bogor BOGOR – Ada yang berbeda di kampung STEI Tazkia Sentul, Minggu (06/03/2016). Saat itu, terlihat beberapa orang berpakaian adat berkumpul dan hilir mudik. Mulai dari adat Jawa, Sunda, Aceh, Lampung, Kalim… Read More
Pulau Kecil di Bogor "Menyimpan" Vihara Tua nan Cantik Bogor,Pulau Geulis sebuah daerah di Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.Dalam Bahasa Sunda nama daerah itu jika diterjemahkan akan berarti "pulau cantik". Konon ia dinamai demikian karena d… Read More
Asyik, Vila di Puncak Bogor Bisa Dipesan Via Online BOGOR – Bisnis melalui media online saat ini tengah menjadi trend. Apalagi saat kemunculan Go-Jek. Tren bisnis online semakin menggeliat. Hal inilah yang mendorong lima pemuda dari Desa Cisarua, Kecamatan Ci… Read More
Lihat Nih Meme Lucu Gerhana Matahari Total BOGOR – Fenomena gerhana matahari total (GMT), Rabu (09/03/2016) pagi, mendapat perhatian luar biasa dari masyarakat Indonesia, hingga negara lain. Sampai-sampai, fenomena langka GMT ini dibuat meme lucu oleh… Read More
Longsor Cianjur, Korban Bertahan Hidup 12 Jam CIANJUR - Kerja keras tim gabungan yang terdiri atas Basarnas, TNI/Polri, BPBD dan PMI Cianjur, dalam menyelamatkan nyawa korban bencana longsor di Resort dan Cafe Club Bali, kompleks Real Estate, Kota Bunga, Desa Batu… Read More
0 komentar:
Post a Comment