Friday, 19 January 2018
Home »
» Jokowi Perkuat Barisan Militer
Jokowi Perkuat Barisan Militer
JAKARTA–Direktur Program Saiful Mujani Research and Consulting Sirojudin Abbas menilai reshuffle Kabinet Kerja Presiden Jokowi lebih condong mengakomodasi tokoh-tokoh militer.
Seperti mantan Panglima TNI Jenderal (purn) Moeldoko menjadi Kepala Staf Presiden (KSP) dan Agum Gumelar yang menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Sangat mungkin Jokowi ingin menjaga hubungan baik dengan militer dan untuk mengantisipasi keamanan.
”Jokowi, kelihatannya, ingin memperkuat barisan militer di lingkungan terdekatnya. Karena kalau kita lihat Wantimpres yang dulunya dari wakil NU di Hasyim Muzadi sekarang Agum Gumelar,” ujar Sirojudin, kemarin (17/1). Apalagi, saat ini Agum juga menjadi ketua umum Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI dan Polri (Pepabri).
Tapi, di lain sisi, keputusan Jokowi tersebut terkesan tidak aspiratif dengan tokoh-tokoh NU. Khofifah yang juga menjabat sebagai ketua umum PP Muslimat NU digantikan oleh elite Partai Golkar Idrus Marham.”Jelas-jelas dia (Idrus) itu elite di tim lawan Jokowi pada 2014. Dia (Idrus) tim inti koalisi merah putih. Jadi secara politik, hemat saya, Jokowi kurang sensitif terhadap warga NU,” ungkap dia. Padahal, selama ini NU melalui kadernya di Ansor atau PKB sangat membantu pemerintah. Misalnya, meredam pergerakan Khilafah Islamiyah dan orang-orang yang ingin mengembalikan piagam Jakarta.
Sirojudin tidak melihat keberadaan para militer tersebut untuk membendung mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang masuk bursa calon presiden dan wakil presiden.
Menurut dia, terlalu jauh bila mengaitkan dengan Jenderal Gatot. Dia lebih melihat tokoh militer yang masuk kabinet itu untuk memperkuat aspek ketahanan nasional dan keamanan agar lebih terjaga. ”Sekaligus tokoh-tokoh itu memiliki akses dan jaringan ke purnawirawan dan militer aktif. Itu bisa memperkuat posisi pemerintah dan keamanan,” ujar dia.(jpg)
sumber :Radar Bogor
Related Posts:
Tak Mau Kalah dari PKB, Nasdem Minta 11 Kursi Menteri ke Jokowi JAKARTA-RADAR BOGOR, Partai Nasdem tidak ingin kalah dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang meminta jatah sepuluh menteri di pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin. Anggota Dewan Pakar Partai Nasdem, Tengku Taufiqul… Read More
Jumlah Kursi Golkar Susut, Masa Airlangga Masih Mau Lanjut? JAKARTA-RADAR BOGOR, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komaruddin menilai kepemimpinan Airlangga Hartarto di Partai Golkar sonder prestasi. Menurutnya, indikator untuk mengukur kinerja Airlangga se… Read More
Heboh, Pemisahkan Parkir Kendaraan Pria dan Wanita di RSUD Depok DEPOK-RADAR BOGOR, Kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, yang memisahkan lokasi parkir kendaraan untuk wanita dan pria menuai pro dan kontra di masyarakat. Sebab, kebijakan ini sudah diberlakukan beberapa insta… Read More
Minta Uji Petik di Rumah Warga, Kuasa Hukum Tolak Permintaan Mayora CARINGIN–RADAR BOGOR,Warga Kampung Tenggek RW 02, Desa Cimande Hilir, Kecamatan Caringin melalui kuasa hukumnya menolak permintaan PT Tirta Fresindo Jaya sebagai anak perusahaan PT Mayora Group yang meminta agar kuasa huk… Read More
Jadi DPO, Polisi Buru Komandan Lapangan Perusuh di Aksi 21-22 Mei JAKARTA-RADAR BOGOR, Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap komanda lapangan perusuh di aksi 21-22 Mei 2019 dikeluarkan kepolisian. “Ada satu orang dan surat DPO sudah diterbitkan. Dia patut diduga sebagai komandan perus… Read More
0 komentar:
Post a Comment