Thursday, 18 January 2018
Home »
» Ada Kegagalan Struktur Mezanin
Ada Kegagalan Struktur Mezanin
JAKARTA–Masalah struktur bangunan menjadi alasan ambruknya mezanin di lantai 1 tower II gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). Pihak pengelola gedung kemarin (16/1) membeberkan hasil penilaian dari konsultan yang telah ditunjuk untuk meneliti struktur gedung BEI.
Direktur PT Cushman & Wakefield Indonesia Farida Riyadi mengatakan, pihaknya telah menggandeng beberapa konsultan independen. Para konsultan tersebut berasal dari Laboratorium Struktur dan Material Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Indonesia (UI), PT Gistama Intisemesta, PT Arkonin, dan PT Rematha Daksa Optima.
Hasil penilaian dari tim konsultan tersebut adalah, struktur yang mengalami kegagalan adalah struktur sekunder yang tidak memengaruhi bagian lain dari bangunan. Sedangkan struktur utama bangunan tidak mengalami kegagalan.
“Kegagalan dimulai dari kapasitas sambungan penggantung lantai mezanin yang terlampaui,” kata Farida saat konferensi pers kemarin. Dia menjelaskan, masing-masing tower I dan II adalah bangunan independen yang secara struktural terpisah satu sama lain. Meski yang ambruk hanya struktur sekunder pada selasar di tower II, penilaian dari tim konsultan independen tetap dilakukan pada seluruh selasar di semua tower.
Sejak selasar di tower II ambruk pada Senin (15/1) lalu, pengunjung tidak diperbolehkan berjalan di selasar. Hari ini, gedung BEI tower II dapat berfungsi secara normal. Namun, selasar di kedua tower sama-sama belum bisa digunakan. Jika karyawan maupun pengunjung ingin melintas dari tower I ke tower II atau sebaliknya, harus turun ke lantai ground dan melewati lobi.
Farida dan tim konsultan belum dapat memastikan kapan selasar di tower I dan II bisa dilewati kembali. Yang jelas, konstruksi kedua tower masih dinilai aman sehingga semua tower di gedung BEI dapat beroperasi seperti semula. Sementara itu, dia juga belum memastikan kontraktor yang akan mengerjakan perbaikan struktur sekunder yang rusak.
Farida juga menampik tuduhan bahwa pemeriksaan di gedung BEI dipersulit. Dia mengaku siap memberi informasi apa pun terkait penilaian gedung BEI. Dia juga siap menanggung seluruh biaya perawatan korban akibat ambruknya selasar di tower I gedung BEI.
Sementara itu, kemarin beredar laporan tidak resmi (unofficial) mengenai kajian teknis pendahuluan kegagalan bangunan gedung tower II BEI dari Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di kalangan wartawan.
Laporan itu menyebutkan kegagalan bangunan pada selasar dapat terjadi karena beberapa hal. Yakni, sling putus, penjepit sling terlepas, baut tidak kencang, baut patah, penurunan kekuatan sling, baut atau penjepit akibat korosi (karatan) dan robeknya pertemua baja dengan beton kolom.
Di luar bursa, pihak kepolisian menilai selasar atau mezanin BEI yang roboh melukai 73 korban berpotensial mengarah pada pidana. Hal tersebut bergantung pada temuan Polri terkait penyebab ambrolnya selasar tersebut. Apakah ada unsur kelalaian atau tidak.
Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menuturkan, ambruknya selasar ini diselidiki penyebabnya oleh Polda Metro Jaya dengan bantuan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri. Bila penyebab itu memenuhi unsur, seperti adanya kelalaian dan kesengajaan. Bisa jadi ada proses hukum yang dijalankan. ”Pidana bergantung unsur yang ditemukan dan berdasarkan bukti,” terangnya.
Unsur itu akan diketahui dengan berbagai metode yang dilakukan penyidik. Langkah yang dilakukan dengan memeriksa saksi dan melihat hasil dari laboratorium forensik yang sudah dikerjakan selama dua hari ini. ”Kalau ditanya penyebabnya, saya tidak mau berandai-andai,” terangnya.(rin/idr/and)
sumber :Radar Bogor
Related Posts:
Pendapatan Pajak Daerah Kota Depok Bulan September Capaian 75 Persen DEPOK – Pendapatan pajak daerah Kota Depok hingga bulan September 2017 mencapai 75 persen. Dengan begitu, tinggal 25 persen target raihan pajak daerah dari tujuh item.Ketujuh item itu mulai dari pajak hotel, hiburan, parki… Read More
Kantor Kecamatan Cibinong Bogor “Banjir” Miras Maraknya penjualan minuman keras (miras), menjadi perhatian serius pemerintahan Kecamatan Cibinong. Terlebih, kini tak sedikit dikonsumsi generasi muda. Meminimalisasi masalah tersebut, Muspika gencar menertibkan pen… Read More
Parah, Baru Sebulan Diperbaiki Jalan Raya Laladon Sudah Rusak Lagi, Begini Kondisinya Baru sebulan diperbaiki, Jalan Raya Laladon, Desa Laladon, Kabupaten Bogor kembali rusak dan berlubang. Bahkan untuk menutupi jalan yang berlubang warga sekitar berinisiatif untuk menutupnya dengan pasir. Menurut salah s… Read More
Warga Diminta Tak Tidur di Rumah, Kondisi Siaga Satu, Bahaya Longsor Mengancam Pasca longsor yang menimbulkan satu korban luka tadi malam di Jalan Desa Kampung Telukpinang RT04/03, Desa Telukpinang, warga dilanda cemas. Pasalnya, retakan timbul secara mendadak di dekat lokasi kejadian. “Kami tutup … Read More
Jamaah Bogor Hilang Misterius di Madinah Sejak Salat Pertama, Hingga Kini Belum Ditemukan Kementerian Agama masih mencari dua jamaah yang hilang di Arab Saudi. Satu di antaranya merupakan warga Bogor bernama Atim Arta Ota (62), dan seorang lainnya Hadi Sukma Adsani (73), asal Tulang Bawang, Lampung.Tak ada raut… Read More
0 komentar:
Post a Comment