Banner 1

Wednesday, 15 August 2018

Dugaan Korupsi Dana Deposito, Petinggi PD Pasar Pakuan Jaya Diperiksa Kejari



BOGOR-RADAR BOGOR, Jajaran Kejaksaan Negeri Kota Bogor benar-benar cerdik. Disaat semua perhatian larut dalam penyambutan Api Obor Asian Games, pemeriksaan terkait dugaan korupsi dana deposito yang membelit sejumlah petinggi di PD Pasar Pakuan Jaya digelar diam-diam.

Informasi pemeriksaan sejumlah petinggi PD PPJ itu semula sumir. Tak ada satupun narasumber yang berani membenarkan kegiatan para Jaksa itu. Namun sejumlah pewarta berhasil menerobos informasi yang terbungkus rapi tersebut.

Selasa (14/8/2018) siang, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor memanggil pejabat PD Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ) Kota Bogor perihal dugaan korupsi penggunaan dana anggaran PD PPJ untuk deposito di bank Muamalat Bogor tahun 2015 dan Asuransi dana pensiun direksi PD PPJ tahun 2015.

Dari informasi yang dihimpun, tiga karyawan PD PPJ mendatangi kantor Kejari Kota Bogor, di Jalan Juanda No 6, Selasa (14/8/2018) siang.

Direktur Umum (Dirum) PD PPJ dan didampingi dua orang karyawan bagian keuangan serta tiga orang Badan Pengawas (BP) PD PPJ yang menjabat tahun 2015 telah memenuhi panggilan Kejari Kota Bogor.

Kasi Intelijen Kejari Kota Bogor, Widiyanto Nugroho, membenarkan adanya penyelidikan kasus PD Pasar Pakuan Jaya.

“Benar kami telah melakukan penyelidikan PD PPJ Kota Bogor,” ungkap Widiyanto pada Selasa (14/8/2018) sore.

Meski begitu, Widy belum bisa memberikan keterangan maupun penjelasan lebih lanjut soal kasus yang terjadi di salah satu BUMD di Kota Bogor tersebut.

“Kami belum bisa memberikan penjelasan lebih lanjut terkait kasus permasalahan itu dan orang-orang yang dipanggil. Mohon kawan-kawan hormati juga kami yang sedang melakukan penyidikan,” tandas Widi, saat dikonfirmasi radarbogor.id melalui ponselnya.

Sementara itu, Direktur Utama PD PPJ Andrie Latif Asikin kepada wartawan mengatakan, pihaknya pada Kamis (9/8) sore mendapat surat pemberitahuan untuk dipanggil pada Senin (13/8/2018). Tetapi karena ada rapat barulah pada Selasa (14/8/2018) bisa memenuhi panggilan.

“Mengenai apa yang ditanyakan belum ada komunikasi dengan dirum yang dimintai keterangan,” ungkapnya.

Saat ditanyakan adanya dugaan korupsi penggunaan dana anggaran PD PPJ untuk deposito di bank Muamalat Bogor 2015 dan Asuransi dana pensiun direksi PD PPJ tahun 2015, menurut Andrie tidak apa-apa mendepositokan uang PD PPJ di bank.

“Dana itu pada saat saya mulai dilantik pada Februari 2015, ada uang yang digunakan untuk revitalisasi pasar. Nah itu ada dari 2013, maka ada perubahan harga dari tahun ke tahun sehingga nilainya menyusut. Makanya kami simpan di deposit supaya berkembang,” tuturnya.

Masih kata Andrie pada 2015 PD PPJ belum bisa melakukan revitalisasi, maka pada saat itu uang diputuskan dimasukkan ke deposito. Karena menyimpan deposito hal lazim dilakukan perusahaan.
“Selama hasil pemberdayaan masuk ke perusahaan ya tidak ada masalah. Ada payung hukumnya yaitu SK direksi tahun 2015 lalu,” bebernya.

Andrie menuturkan, untuk asuransi pensiun beringin life belajar dari dana pensiun direksi 2014 sebesar Rp1,5 miliar yang harus dibayarkan langsung sehingga terjadi cash flow. Karena dana yang besar waktu itu, perusahaan kondisinya mengalami cash flow yang luar biasa besar.

“Terlepas dari itu semua, kami sudah ada MoU dengan kejaksaan, mungkin mereka ingin membenahi apa yang kurang, nanti kami berkomunikasi dengan Kejaksaan Negeri Kota Bogor. Uang deposito sebesar Rp15 miliar nilainya untuk revitalisasi, dana pensiun beringin life belum diketahui berapa yang sudah disetorkan,” jelasnya.

Andrie menyebutkan yang dipanggil Kejari Kota Bogor adalah Dirum dengan dua orang keuangan dan tiga orang Badan Pengawas yang menjabat 2015. “Setahu saya baru itu yang dipanggil,” pungkasnya. (bil)

Sumber : RADAR BOGOR

Related Posts:

  • Ganjil Genap di Jagorawi segera Diberlakukan JAKARTA–RADAR BOGOR,Untuk mengurangi kemacetan di perkotaan, Kementerian Perhubungan akan memberlakukan aturan ganji genap di tol Jagorawi dan Tangerang. Sebelumnya, aturan diberlakukan di Bekasi mulai Senin lalu (12/3).Kh… Read More
  • Masih Kurang 5 Ton Rastra Sebanyak 822 kepala keluarga (KK) di Desa Cibalung, Kecamatan Cijeruk, masing-masing mendapat 10 kilogram beras sejahtera (rastra) dari pihak desa. Warga yang dikirimi rastra langsung ke rumahnya tersebut, merupakan warga … Read More
  • Bank Enggan Perhatikan Sistem Keamanan JAKARTA–RADAR BOGOR,Rentetan kasus skimming ATM dan kartu kredit yang terjadi belakangan menandakan bahwa bank-bank di Indonesia masih abai terhadap sistem keamanan.Auditor Informasi dan Teknologi dari Badan Pengkajian dan… Read More
  • Teror Tanah Bergeser Meluas Bahaya pergeseran tanah sampai kini terus meneror Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur.  Setelah Kampung Lengkongjaya dan Kampung Ganda, pergeseran tanah kini terjadi di Kampung Rawabakti, kemarin (18/3).Akibatnya, se… Read More
  • Hijaukan TSI dengan Tanam Pohon Taman Safari Indonesia (TSI) Cisarua bekerja sama dengan Lionas Club menanam pohon di TSI. Barry Palmer, warga berkebangsaan Australia yang juga sebagai pets international president (PIP) Lions Club, melakukan penghijauan … Read More

0 komentar:

Post a Comment