Banner 1

Tuesday, 23 January 2018

Bantuan Rutilahu tak Transparan


CIJERUK-Banyaknya mas­yarakat Kabupaten Bogor yang awam terhadap pembagian dana rumah tidak layak huni (rutilahu), membuat mereka tak selalu berpikir positif. Tak sedikit dari mereka yang merasa diperlakukan tidak adil dengan pencairan dana tersebut.

Seperti diungkapkan warga Kampung Citiis RT 01/04, Desa Warung Menteng, Kecamatan Cijeruk, Ucum (45). Ia merasa kecewa dengan bantuan rutilahu berupa material barang bangunan.

”Saya bingung karena dapat satu engkel pasir, tiga kaleng cat, delapan lembar eternit dan paku dua kilogram. Selain itu dikasih juga 1.500 batako, 15 sak semen, 15 lembar asbes, 30 batang kaso dan uang tunai untuk tukang Rp700 ribu. Itu pun dikasih setelah ditegur,” terangnya kepada Radar Bogor, kemarin (21/1).

Ironisnya, belum semua ba­rang-barang tersebut terealisa­sikan. Pembangunan rumahnya juga belum ditengok perangkat desa. Alhasil, kini terbengkalai.

Ucum juga mengatakan, pihak desa pernah memintanya untuk melanjutkan renovasi dengan dana pribadi. ”Boro-boro mau lanjutin dan membeli bahan material, makan sehari-hari saja bingung,” keluhnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kades Warung Menteng Maman me­ngaku tidak mengetahui keter­lambatan pencairan dana rutila­hu tersebut. Ia menga­takan, semua urusan terkait RTLH sudah diserahkan kepada tim pengelola kegiatan (TPK) desa.

”Jika masih ada penerima rutilahu dan bangunannya belum selesai, insya Allah kami akan musyawarahkan kembali agar segera dibereskan. Dan, barang kekurangannya akan dikirim lagi, karena yang men­dapat rutilahu di desa kami ini bukan satu warga saja,” bebernya.

Ia menambahkan, di wila­yahnya terdapat 30 penerima bantuan dan akan diperbaiki secara bertahap. ”Untuk 15 kepala keluarga (KK) pem­bangunan telah dilakukan. Sisanya akan menyusul. Ke­mung­kinan warga yang menge­luh masuk penerima tahap kedua,” pungkasnya. (dka/c)

sumber :Radar Bogor

Related Posts:

  • Diskusi Kebudayaan Beduk, Masjid, dan Islam Nusantara BOGOR-RADAR BOGOR,Beduk merupakan hasil budaya yang dapat bersanding dalam kehidupan umat Islam. Dalam sejarahnya, pada awal masa kerajaan di Indonesia, beduk merupakan alat tradisional. Beduk juga disebut sebagai tanda… Read More
  • Hasil Survei, Pemkot Depok Belum Mampu Entaskan Kemacetan DEPOK–RADAR BOGOR,Tak terasa sudah dua tahun Wali Kota Depok Mo­hammad Idris dan Wakil Wali Kota Depok Pradi Su­priatna, menjadi orang nomor sat­u di Kota Depok setelah dilantik pada 17 Februari 2016 oleh Gubernur Jawa Bar… Read More
  • Shiren Kenalkan Tiramizu BOGOR–RADAR BOGOR,Februari melahirkan filosofi kenikmatan rasa kopi. Begitu pula alasan Raincake Bogor me-launching kue tart Tiramizu untuk para pencinta kue di Kota Hujan. Launching kue bercita rasa kopi ini pun langsung … Read More
  • Zulkifli Hasan: Tiga Syarat Perkokoh Nasionalisme BEKASI–RADAR BOGOR,Ketua MPR sekaligus Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, menghadiri kegiatan “Deklarasi Kami Indonesia”, sekaligus apel pemenangan Pilkada Kota Bekasi yang berlangsung di Pasar Segar… Read More
  • Yuk, Buruan Daftar Bogorku Bersih 3 BOGOR–RADAR BOGOR, Tahapan pendaftaran lomba Bogorku Bersih Jilid 3 sudah dimulai. Bagi pendaftar yang masih bingung prosedurnya tidak perlu khawatir. Sebab, panitia sudah menyediakan formulir pendaftaran yang bisa didapat… Read More

0 komentar:

Post a Comment