Banner 1

Tuesday, 6 November 2018

Dipolisikan Karena Hoaks, Reza Waluyo: Semoga Menjadi Pembelajaran

JawaPos.com - Permintaan maaf yang dilakukan oleh pihak @bola_gila kepada TV One tidak hanya untuk menyelesaikan masalah semata. Momentum itu juga digunakan sebagai langkah untuk memerangi konten hoaks yang beredar di dunia maya.
Berkaca dari kesalahan yang dilakukannya, pihak @bola_gila ingin peristiwa itu menjadi pembelajaran bagi masyarakat luas. Sebab keisengan dalam memberikan informasi yang tidak akurat dapat memberikan dampak serius.
"Ini bisa menjadi momentum bagi @bola_gila dan TV One untuk bersama-sama memberantas konten hoaks di internet. Seperti kita lihat makin kesini banyak konten hoaks yang bertebaran," ucap Editor in Chief @bola_gila, Reza Waluyo Jati Bahar, pada Senin (5/11) di Batik Kuring, SCBD, Jakarta. 

Sementara itu, pengacara Reza Wahyu, Damba S Akmala menambahkan, memang untuk memerangi hal tersebut tidak semudah membalikkan telapak tangan. Namun, dia optimis jika semua pihak saling bekerja sama maka hal tersebut dapat terealisasi.
"Ini juga bisa menjadi pelajaran bagi kami untuk bisa berhati-hati dalam memposting. Ini juga dapat menjadi contoh bagi akun lain atau media lainnya," jelasnya.
Terkait hal ini, Reza Waluyo mengaku sudah melakukan langkah kongkret agar kejadian yang sama tidak terulang kembali. Salah satunya dengan memfilter konten yang akan di postingnya.
"Sebetulnya dari sebulan yang lalu kita sudah mulai merombak konten yang ada di akun @bola_gila. Kita sudah mengurangi konten yang istilahnya hanya mengagregasi dari internet," ujarnya. 

"Kami juga sekarang memperbanyak posting konten berupa infografis. Ini mungkin cara yang ampuh dan kongkrit agar menjadi lebih baik. Kita juga berharap dapat menularkan (hal positif ini) kepada akun-akun atau media yang lain," tambahnya.
Reza Waluyo mengaku hal tersebut dilakukan semata-mata untuk memerangi berita hoaks yang tersebar di dunia maya. Dengan begitu keberadaan konten hoaks dapat berkurang.
Sebagai info, permasalahan ini bermula dari postingan akun Instagram @bola_gila. Pada akun tersebut, mereka memperlihatkan screenshot salah satu program acara TV One. 

Namun sayangnya pada bagian running text di acara tersebut terdapat informasi yang diduga diedit terkait mengenai kemenangan Argentina atas Prancis di Piala Dunia 2018. Padahal seharusnya Prancis yang berhasil meraih kemenangan.
Terkait hal itu, TV One akhirnya memperkarakan kasus tersebut ke pihak berwajib. Sebab hal tersebut berimbas kepada kepercayaan publik kepada stasiun televisi tersebut.

Related Posts:

  • Peserta Demo 2 Desember Akan Naik 2 Kali Lipat, JawaPos.com - Polri masih terus memantau rencana aksi demo yang akan digelar pada  2 Desember nanti. Tujuannya,  untuk mengetahui jumlah massa yang nantinya akan turun ke jalan. Korps Bhayangkara ini  engga… Read More
  • PPP Kubu Romi Banding Hasil PTUN Jakarta JawaPos.com - Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kubu Romahurmuziy (Romi), Arsul Sani menegaskan akan melakukan banding hasil Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta.   Itu setelah P… Read More
  • Setnov Ketua DPR Lagi pengamat JawaPos.com - Rencana Partai Golkar mengembalikan posisi Setya Novanto sebagai Ketua DPR mendapatkan tanggapan beragam. Pengamat Politik Maksimus Ramses Lalongkoe menilai, keinginan Partai berlambang beringin itu seperti … Read More
  • Ternyata Ini Penyebab Mahalnya Harga Sayuran di Cianjur POJOKJABAR.com, CIANJUR – Oknum tengkulak disinyalir menjadi penyebab mahalnya beberapa komoditas kebutuhan pangan seperti sayuran, salah satunya dengan cara mempermainkan har… Read More
  • 2.100 Pencari Suaka Mengungsi ke Medan JawaPos.com MEDAN - Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut) kini diramaikan oleh imigran pencari suaka. Data Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sumut ada 2.100 pengungsi yang menetap di Kota Medan. Semua… Read More

0 komentar:

Post a Comment