Banner 1

Monday, 11 May 2015

Ropan Gang Selot Ramaikan Kuliner Uni


Jawab Kejenuhan Kue Cubit, Usung Roti Panggang Bertopping

Mengatasi kejenuhan para pemburu kuliner di Kota Hujan, Risna Wulandari menciptakan roti panggang sebagai panganan pengganti Kue Cubit. Disajikan dengan aneka jenis topping, panganan ini makin dikenal dengan sebutan Ropan.

------------------------

DEMAM kue cubit belakangan ini menyerang para penikmat kuliner di Kota Hujan. Sejak munculnya kue cubit dengan aneka rasa, para pengusaha kuliner pun berlomba mencoba ikut meramaikannya. Topping kue cubit tak pernah sama. Semakin berkembang dan beraneka ragam.

Namun belakangan ini popularitasnya mulai menurun. Orang sudah mulai bosan. Tantangan bagi para pengusaha untuk mencari inovasi baru pengganti. Di situlah kehadiran Risna Wulandari dengan Ropan buatannya.

“Awalnya para pelajar di Gang Selot yang banyak beli. Karenanya saya kasih nama Ropan Gang Selot. Sekarang orang-orang kantoran ikut hunting juga,” tutur Risna, ditemui dikediamannya kemarin.

Ropan yang ia jual merupakan roti dengan ketebalan sekitar 5 sentimeter, dipanggang lalu diberi topping pilihan. Memang, metodenya tak jauh berbeda dengan kue cubit. “Ropan ini memang saya idenya dari hal-hal kuliner yang memang sedang tren di Bogor, tapi saya sajikan berbeda,” kata dia.

Berbekal informasi internet dan sosial media, Risna memberanikan diri meluaskan pemasaran Ropan dengan sajian aneka topping. Seperti ovomaltine ditambah dengan oreo, ovomaltine marsmallow, hazelnut dengan almond, coklat dan beberapa topping lainnya.
Tak hanya porsinya yang berbeda. Ropan Gang Selot milik wanita kelahiran 19 November 1988 itu juga menyajikan teman makan roti, yaitu Thai Tea, hot greentea dan juga hot hazelnut. “Jadi selain lebih mengenyangkan, saya juga memang ingin lengkapi roti dengan temannya yaitu minuman panas,” ungkap Risna.

Salah satu pelanggan yang juga seorang pelajar SMAN 1, Salsabila mengaku tertarik melihat bentuk Ropan dan aneka topping yang ada. “Saya langsung beli, pembeli pertama lagi. Saya langsung tertarik karena kan memang belum banyak ada yang kaya gini, makanya tiap jajan ya beli terus,” pungkasnya.(ent)

Related Posts:

  • Hati-hati Takjil Berboraks BOGOR – Hati-hati jika ingin membeli makan berbuka puasa (takjil), teliti dengan cermat. Belakangan makanan takjil dengan menggunakan bahan berbahaya beredar di Kota Bogor. Pada razia takjil yang dilakukan Dinas Perin… Read More
  • 5 Kuliner Legendaris Khas Bogor BOGOR –  Puncak, The Jungle, Taman Safari hingga Kebun Raya Bogor kini tak lagi menjadi alasan utama banyaknya wisatawan yang menghabiskan liburan akhir pekannya ke Bogor. Saat ini, tren itu beralih ke kuliner-kuli… Read More
  • Wanita asal Bogor Ubah Pokeball Jadi Burger BOGOR-Demam Pokemon go kian mewabah. Meski kehadirannya sempat dianggap membawa dampak buruk bagi sejumlah kalangan. Justru, kini diyakini membawa berkah bagi sejumlah pengusaha di Bogor.  Tak terkecuali,&… Read More
  • Geliat Produsen Mi Glosor Rumahan di Bogor Selama Ramadhan BOGOR – Seperti tahun-tahun sebelumnya, berkah Ramadhan juga turut dirasakan para pengrajin mi glosor rumahan di Kota Hujan. Bahkan, tahun ini sedikit berbeda. Mem-booming-nya dunia kuliner membuat permintaan akan pangana… Read More
  • Hotel di Bogor Tawarkan Paket Berbuka Puasa BOGOR – Tak berbeda dengan pelaku bisnis lain yang memanfaatkan Ramadan dan Lebaran untuk meningkatkan omset atau pemasukan. Sejak awal Ramadan hingga Lebaran, hotel dan restoran pun menawarkan banyak promo paket. Selam… Read More

0 komentar:

Post a Comment