BOGOR – Meningkatnya pengunjung Pasar Citeurep bukan
dibarengi dengan pelayanan yang maksimal. Namun,pengunjung di suguhi
gunungan sampah yang meluber hingga ke parkiran. Hal ini pun membuat
kenyamanan pengujung pasar terganggu.
“Harusnya petugas pasar meningkatkan pelayanan.apalagi ini bulan
puasa. Masyarakat banyak yang kepasar. Tapi ini sampah dibiarkan. Mana
baunya menyengat lagi,”keluh Erna Susilawati, warga RT 02/03 Desa Sanja,
Kecamatan Citeureup.
Ia pun tak habis fikir dengan petugas kebersihan di pasar.
Menurutnya, petugas kebersihan harusnya mengedepankan kebersihan pasar.
Jika pasar dipenuhi sampah, membuat masyarakat ogah ke pasar.
“Kalau sampah numpuk begigi buat malas ke pasar,”tuturnya.
Hal senadapun diungkapkan Andi (45) pedagang pakaian di pasar
Citereup II. Ia mengaku setiap hari membayar retribusi kebersihan
terhadap pasar.
“Kami semua pedagang bayar. Tapi sampah sudah satu minggu itu belum
diangkut. Uangnya di kemanakan kalau gak diangkut,” kesalnya.
Staf Pasar Citereup II, Indra Bayu membenarkan bahwa sampah tidak
diangkut. Di mana sampah memang menumpuk sejak sepekan terakhir.
“Memang belum diangkut. Jadi masih numpuk,”tuturnya.
Terkait seringnya sampah pasar tidak diangkut, ia mengaku tak bisa
berbuat banyak. Sebab itu sudah kewenangan petugas kebersihan. Namun, ia
berjanji akan mengangkut sampah tersebut secepatnya.
“Kami sedang berusaha untuk mengangkut sampah yang sudah meluber ke areal parkir,”tandasnya.(ent)







0 komentar:
Post a Comment