Banner 1

Parah! Pedestrian Belum Bersih dari PKL

BOGOR – Pemkot Bogor terus berbenah menjelang akan diresmikannya fasilitas pedestrian (pejalan kaki) Kebun Raya Bogor (KRB). Sejumlah SKPD dikumpulkan dalam rapat di Paseban Surawisesa Balaikota, Kamis (05/01/2017). Salah satu masalah yang menjadi sorotan Walikota Bogor Bima Arya adalah jalur pedestrian yang belum steril......

Menang di #WeLoveCities, Bogor Dinobatkan Sebagai Kota Paling Dicintai di Seluruh Dunia

BOGOR- BOGOR - Setelah melewati proses panjang, akhirnya Kota Bogor meraih kemenangan di ajang #WeLoveCities dan dinobatkan sebagai kota paling dicintai di seluruh dunia dalam ajang yang digelar World Wide Fund for Nature....

PSB Bogor Sukses Gulung Persima Majalengka

BOGOR - PSB Bogor berhasil meraih poin penuh dalam lanjutan Liga Nusantara 2016. Tidak tanggung-tanggung anak-anak Laskar Pakuan menggulung tim asal Jawa Barat lainnya, Persima Majalengka enam gol tanpa balas....

Hadapi Liga Nusantara, PSB Matangkan Persiapan

BOGOR–Skuat PSB terus mengasah kemampuannya dalam rangka persiapan menghadapi Liga Nusantara (Linus) di Depok pada 8-11 Agustus nanti. Bertempat di Stadion Padjajaran, kemarin tim kebanggaan warga Kota Bogor ini melakoni uji tanding melawan kesebelasan Ciomas....

Mantap! Atasi Pemotor Nekat, Walikota Instruksikan Patroli di Jalur Sepeda Otista

BOGOR – Aksi Mahesa Jenar (13) dan Wildan Pratama Putra (13) yang nekat memalang sepedanya di jalur sepeda Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista) yang dilewati pengguna sepeda motor jelas menampar telak Pemkot Bogor.Walikota Bima Arya bahkan mengaku greget jika melewati Jalan Otista. Jalur yang dibangun khusus untuk sepeda seringkali dikuasai sepeda motor, berbeda dengan.......

Friday, 15 February 2019

Pembangunan RSUD Utara, Sekda Minta Dinkes Segera Menyusun DED

PARUNG – RADAR BOGOR, Sekretaris Daerah (Sekda) meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor untuk segera menyusun DED, terkait rencana pembangunan Rumah Sakit Daerah (RSUD) Utara, yang sesuai FS di Desa Cogreg.

“Tahun ini saya minta Dinkes untuk DED, sehingga di 2020 bisa jadi prioritas. Saya berharap ketika ada usulan 2020, dewan menyetujui pembangunan untuk RSUD Utara,” kata Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Burhanudin usai boling kemarin.

Ketika ditanya soal status lahan, Burhan mengatakan tidak ada masalah dengan luas tiga hektare, yang awalnya akan beli tapi karena tidak ada anggaran dari pemkab. Akhirnya, diputuskan menggunakan lahan Psarana Sarana dan Utilitas (PSU).

“Meskipun sudah ada FS di Desa Cogreg, lokasinya akan ditentukan nanti mana yang cocok. Karena, ada aturan dari dinkes tahun ini disusun DED sambil menunggu proses proposal yang diajukan ke pusat,” kata Burhan.

Ia juga menambahkan, awalnya Dinas Kesehatan menganggarkan Rp50 miliar untuk pembebasan lahan, namun karena tidak ada sumber keuangannya, akhirnya Pemkab Bogor mencari lahan fasilitas sosial atau fasilitas umum.

“Agar awal 2020 proyek pembangunan RSUD Wilayah Utara bisa dimulai. Saya sudah meminta dinkes segera mengusulkan rencana tersebut dalam APBD Perubahan di tahun ini,” tambahnya

Terpisah, Bupati Bogor Ade Yasin menuturkan, RSUD di wilayah utara menjadi prioritas sebagai bagian pelayanan dasar kepada masyarakat, dan pihaknya akan meminta anggaran kepada Pemprov Jabar hingga pusat untuk pembangunan fisiknya. “Untuk lahan kita coba pakai lahan PSU, supaya tidak keluar anggaran lebih besar untuk pembebasan lahan,” tutupnya. (nal/c)

 

Kronologi Pengungkapan Sabu-Sabu Industri Rumahan di Cijeruk

CIJERUK-RADAR BOGOR, Polres Bogor berhasil mengungkap industri rumahan yang menghasilkan narkoba jenis sabu-sabu. Lokasinya berada Kampung Cihideung, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogo

Dilansir dari laman pojokbogor.com, berdasarkan keterangan tertulis yang diterima dari Sat Narkoba Polres Bogor, pada 24 Januari 2019, sekitar pukul 19.30 WIB, menangkap J di Kampung Cihideung.

Dari tangan J, diamankan dua bundel berisi tujuh paket sabu di dalam plastik seberat 9,3 gram dan tiga bungkus plastik hasil produksi sabu seberat 267 gram.

Polisi juga mengamankan alat-alat yang digunakan untuk memproduksi sabu, yakni dua buah tabung ukur kimia, sebuah kompor listrik, hair dryer, sebotol cuka masak dan tiga botol zat kimia.

Dari hasil pembangan dari kasus yang tak kunjung dirilis Kapolres AKBP Andy M Dicky ini, dari jadwal Kamis (14/2/2019) ini, mengarahkan polisi ke Cluster Anggrek 2, Perumahan Grand Depok City, Depok pada Rabu (6/2/2019).

Dari sana, Y ditangkap berhasil diamankan berikut barang bukti sebungkus plastik bening berisikan kristal sabu seberat 1 kilogram, yang disimpan dalam kloset kamar mandi di kontrakan Y.

Penangkapan Y, membawa polisi menangkap UA di rumah kontrakannya, Gang Anggrek, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor.

Dari tangan UA, diamankan juga barang bukti berupa 21 bungkus sabu siap edar seberat 245 gram, disembunyikan di atap kontrakan. Dengan demikian total BB Sabu hasil pengembangan sebanyak 1552,3 gram.

Para tersangka dikenakan Pasal 113 (2), 114 (2), 112 (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman pidana minimal 25 tahun dan maksimal seumur hidup atau hukum mati. (cek/ps/ysp)

 

 

Diguyur Hujan Deras, Jalan Penghubung Dua Kampung di Sukamakmur Amblas

SUKAMAKMUR-RADAR BOGOR, Hujan deras yang mengguyur Kecamatam Sukamakmur, Kabupaten Bogor mengakibatkan jalan penghubung Kampung Werkip dengan Kampung Cibeureum di Desa Sukawangi amblas, Rabu (13/2/2019). Akibatnya, aktifitas 200 KK akses dua kampung tersebut terganggu.

Menurut salah seorang warga Kampung Werkip, Cahyono (55), ambruknya jalan itu terjadi sekitar pukul 05.00 WIB. Warga yang akan pergi bertani langsung melaporkan kejadian tersebut ke kantor Desa. “Kami rapat untuk membangun jembatan sementara dengan kayu,” ujarnya kepada Radar Bogor.

Warga lainya, Slamet (48) mengatakan, ambruknya jalan membuat aktivitas masyarakat mengalami kelumpuhan. Pasalnya, hanya jembatan satu-satunya akses yang digunakan untuk menyebrangi kedua kampung. “Jadi mau angkut hasil panen sulit. Mau ke pasar juga ada yang mau sekolah,” ujar penduduk desa yang berbatasan dengan Kabupaten Cianjur ini.

Sementara Kepala Desa Sukawangi, Hendro Hermawanto mengatakan, di dua kampung tersebut terdapat sekitar 200 KK. Jalur selebar tiga meter dengan panjang empat meter itu sudah berusia lebih dari 10 tahun.

“Ya terjadi longsor di sana. Sudah menjadi akses utama kampung tersebut. Kami sudah mengecek,” tukasnya. (don/c)


 

Jatuh dari Mobil Pikap, Kaki dan Tangan Siswa SMP di Sukamakmur Ini Retak

SUKAMAKMUR-RADAR BOGOR, Tidak amannya transportasi yang digunakan siswa di Kecamatan Sukamakmur kembali menimbulkan korban. Saiful (11) siswa kelas VII di salah satu SMP di Kecamatan Sukamakmur, mengalami kecelakaan saat menumpang di angkutan pikap.

Ia bersama beberapa teman sekolahnya, akan pulang menuju rumah mereka di Desa Sukamakmur. Saat berada di tengah perjalanan, siswa yang duduk di tepian sisi bak terbuka iseng bermain-main sambil mengoyangkan tubuhnya. Saat tiba ditikungan, jalan bergelombang membuat dua bocah yang duduk terjatuh.

Nahas, saat terjatuh tubuh Saiful jatuh tepat ke kolong mobil di jalanan aspal. Sementara rekannya, berhasil selamat setelah nendarat di rumput kebun. Terlihat jelas kaki dan tangannya tergilas mobil. “Saya bawa mobil pelan tapi ini anak-anaknya malah loncat-loncat,” kata Nurdin (33) supir kepada wartawan ini, kemarin.

Saiful dilarikan mengunakan sepeda motor ke Puskesmas Sukamakmur. Ia menderita retak tulang bagian tangan dan kaki kirinya dengan luka 15 jahitan. Saiful diantarkan pulang ke rumahnya di Kampung Gobang, Desa Sukamakmur. (don/pkl2)

 

TNI Cari Tahu Asal Muasal Granat yang Tewaskan 2 Bocah di Cibungbulang, Begini Analisa Dandim

BOGOR-RADAR BOGOR, Pasca ledakan granat yang menewaskan dua bocah di Kampung Wangunjaya, Desa Ciaruteun Ilir, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor Kamis (14/2/2019) siang, pihak TNI langsung bergerak meneliti asal muasal granat tersebut.

Hal itu disampaikan Kapenrem 061/Suryakancana Mayor Inf Ermansyah. Ia menjelaskan pihaknya sedang meneliti asal muasal granat tersebut. Apakah bekas perang sejak zaman Belanda atau bekas latihan TNI. “Yang jelas dari tim sedang mengecek asal muasal granat tersebut dan masih diolah, “ ujarnya.

Ia menjelaskan lapangan tembak di Kampung Padmon memang masih di bawah pengawasan Korem 061 Suryakancana. Hanya yang menggunakan lokasi itu banyak kesatuan.

Menurut informasi yang diterima Radar Bogor, granat tersebut merupakan granat lontar atau grenade launcher mortir (GLM) milik TNI. Namun hal itu masih belum bisa dipastikan, sebab Ermansyah menegaskan pihaknya masih menunggu hasil uji balistik.

“Semua kemungkinan akan kami cek kembali. Karena untuk jarak penemuan granat sebenarnya jauh dari lokasi latihan. Tapi penyelidikan terus kami lakukan,” bebernya.

Sementara itu, Dandim 0621 Kabupaten Bogor Letkol Inf Harry Eko menilai ada banyak kemungkinan terkait asal muasal granat maut tersebut. Jika granat itu sisa latihan maka kemungkinan usianya sudah lama. Bukan di tahun ini. “Saya analisa umur granat puluhan tahun lalu, karena terakhir operasi tempur pada tahun 2001-2002,” bebernya.

Sebenarnya kata dia sudah ada larangan dan himbauan bahwa lokasi latihan hanya untuk militer. Supaya tidak ada warga yang melintas maupun bermain. Atas kejadian ini dia menghimbau kepada orang tuan dan warga untuk tidak lagi bermain di area militer. “Kondisi tempat latihan menembak ini memang tak terpagar 100 persen karena belum dianggarkan oleh pusat,” imbuhnya. (dka/nal/d)

 

Bocah Tewas Ledakan Granat di Cibungbulang Bartambah jadi 2 Orang, Satu Masih Dirawat

BOGOR-RADAR BOGOR, Korban tewas akibat ledakan granat di Kampung Wangunjaya, Desa Ciaruteun Ilir, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor Kamis (14/2/2019) siang, bertambah jadi dua orang.

Sebelumnya ada tiga bocah yang menjadi korban ledakan granat itu. Yakni, M Ibnu Mubarok (10), Muhammad Doni (14) dan Khoirul Islami (10).

Korban M Ibnu dinyatakan meninggal lebih dulu ketika mendapat perawatan di RSUD Leuwiliang beberapa saat pasca ledakan. Sementara korban Doni dan Khoirul masih selamat.

Namun, setelah sempat mendapat perawatan di RSUD Leuwiliang sekitar pukul 21.00 WIB,

korban Doni juga dinyatakan meninggal dunia. Sementara korban Khoirul hingga tadi malam masih dirawat di rumah sakit yang sama.

Seperti yang diketahui, kejadian nahas ini bermula pada Minggu (10/2/2019). Ketika itu, M Ibnu Mubarok (10), dan tiga rekannya bermain di sekitar lapangan tembak TNI di kampung Padmon. Kampung itu masih tetanggaan dengan kampung M Ibnu dan tiga kawannya. Yakni: Kampung Wangunjaya, Desa Ciaruteun Ilir, Kecamatan Cibungbulang. Jaraknya antara kedua kampung ini sekitar dua kilometer. Atau satu jam jalan kaki.

Awalnya mereka ke kampung Padmon untuk mencari bambu untuk dijadikan alat permainan berupa senapan bambu. Tapi arah pencarian mereka justru sampai di sekitar kawasan lapangan tembak TNI. Di sanalah mereka menemukan granat dan membawanya pulang. “Granat itu kemudian dibawa pulang Ibnu (korban,red) ke rumahnya,” ujar Kapolsek Cibungbulang Kompol Agus Riyandi kepada Radar Bogor, Kamis (14/2/2019).

Berdasarkan penjelasan ibunda Ibnu, Siti Nurhasanah (45), dia baru mengetahui anaknya menyimpan bom tangan itu pada Senin (11/2/2019), atau sehari setelah mereka menemukan granat . Merasa itu berbahaya Siti kemudian membuangnya ke halaman belakang rumah keesokan harinya, Selasa (12/2/2019). Tak disangka korban ternyata memungutnya kembali pada Kamis (14/2/2019).

Sekitar pukul 14.00, di belakang rumahnya, Ibnu bersama dua rekannya Muhammad Doni (14) dan Khoirul Islami (10), mengotak-atik granat tersebut dengan cara dipukul dengan batu. Tak sampai hitungan menit ledakan pun terjadi. “Karena ketidaktahuan, granat tersebut dipukul – pukul dengan batu. Terjadi lah ledakan,” beber Agus.

Ledakan ini sontak membuat warga sekitar kaget. Mereka kemudian berhamburan keluar rumah mencari sumber ledakan. Ternyata di samping rumah Siti Surhasanah, tubuh Ibnu, Doni dan Sahrul tergeletak bersimbah darah. Warga yang panik langsung sibuk mencari bantuan. Tak lama, ambulans milik desa datang dan membawa ketiga korban ke RSUD Leuwiliang.

“Kepala korban (Ibnu,red) hancur, tangan terpotong dan belum ditemukan. Ada juga percikan daging di tembok depan rumah,” ucapnya.

Pihak kepolisian hingga tadi malam belum bisa memastikan jenis granat yang ditemukan Ibnu dan teman-temannya. Namun polisi sudah mendatangkan tim balistik untuk mengidentifikasi serpihan granat yang tersisa di tempat kejadian perkara. “Cincin yang menjadi pelatuk granat juga masih utuh,” ucapnya. (dka/nal/d)

 

 

 

 

Pembayaran Gaji Honorer Pemkab Bogor Telat, Ini Gara-Garanya

CIBINONG – RADAR BOGOR, Keterlambatan pembayaran gaji pegawai honorer Pemkab Bogor bukan tanpa alasan. DPRD Kabupaten Bogor menyebut lambatnya pembayaran gaji honorer akibat dari pemberlakukan Sistem Informasi Manajemen Perencanaan Pengaggaran dan Pelaporan (SIMRAL).

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor, Kukuh Sri Widodo mengatakan bahwa sistem yang baru diterapkan pada tahun 2018 ini penggunaannya belum banyak dikuasai oleh jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Bogor. Sehingga berdampak pada telatnya pengajuan gaji pegawai honorer di lingkungan Pemkab Bogor.

Ia menyayangkan atas lambannya SKPD beradaptasi dengan penggunaan Simral. Karena, taruannya adalah gaji pegawai honorer yang juga sama-sama mengabdi untuk Pemkab Bogor. “Iya, gaji mereka (tenaga honor) terlambat karena belum semua SKPD menyesuaikan diri mereka dengan Simral ini. Padahal seharusnya sistem ini dapat mempercepat proses pencairan karena berjalan menggunakan teknologi,” kata Kukuh, Senin (11/2).
Persoalan itu, kata dia, harus secepatnya ditangani. Politisi Gerindra ini juga meminta semua SKPD untuk mempercepat pengajuan gaji pegawai honorer kepada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bogor.

“Kami minta SKDP untuk lebih cepat menanggapi hal ini dan mempercepat pengajuan mereka ke BPKAD untuk para tenaga honor mereka,” ujar Politisi Gerindra itu.

Dikonfirmasi terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin mengatakan akan melakukan evaluasi. Hari ini (12/2). (fik/c)

 

Berada di Luar Area Perumahan, Sentul City Ogah Serahkan Pipa Rp51 Miliar

CIBINONG – RADAR BOGOR, Pasca putusan Mahkamah Agung (MA) atas perkara izin penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), PT Sentul City berniat menyerahkan aset pipanya ke Pemkab Bogor. Namun, tidak demikian dengan pipa sepanjang 5,7 kilometer yang pada 18 tahun lalu bernilai Rp51 miliar.

Jubir PT Sentul City Tbk, Alfian Mujani mengatakan, pipa sepanjang 5,7 kilometer itu berada di luar site plane perumahan Sentul City. Sehingga, tidak termasuk dalam prasarana sarana utilitas (PSU) yang wajib diserahkan pada Pemkab Bogor.

“Kita sebagai perusahaan minta itu di appraisal, dinilai. Itu berada di luar area sentul city. Bahkan kita tanahnya pun nyewa. Itu yang tidak orang tahu,” ungkapnya kepada Radar Bogor usai audiensi dengan Paguyuban Warga Sentul City (PWSC) Cinta Damai, PDAM Titra Kahuripan, dan Komisi II DPRD Kabupaten Bogor di Gedung DPRD.

Meski mengajukuan peninjauan kembali (PK), menurutnya PT Sentul City Tbk siap menaati hukum yang berlaku. Asalkan, sebanyak 6300 KK di perumahan yang berlokasi di Kecamatan Babakan Madang itu bisa teraliri air bersih dengan baik.

“Yang penting kewajiban Sentul City terpenuhi, yaitu menyediakan air minum untuk warga,” kata Alfian.

Di tempat yang sama, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bogor, Yuyud Wahyudi menerangkan bahwa Pemkab Bogor belum berani mengambil langkah terkait pipa sepanjang 5,7 kilometer yang diluar PSU perumahan Sentul City.

“Nanti PDAM membuat kajian teknis tentang pola kompensasi kepada Sentul City, atau pola kerjasama,” ujarnya.

Meski begitu, melalui audiensi tersebut, DPRD memberikan jaminan agar tidak ada gangguan pelayanan selama polemik pengellolaan air bersih di perumahan Sentul City berlangsgung.

Sementara itu, Ketua PWSC Cinta Damai, Erwin Lebe menyebut audiensi ini untuk meminta jaminan dari PT Sentul City maupun Pemkab Bogor, agar putusan MA tidak berdampak pada gangguan pelayanan.(fik/c)

Granat Meledak yang Tewaskan Satu Anak di Cibungbulang, Begini Kronologisnya Oleh alpin pin - 14 Februari 2019

CIBUNGBULANG-RADAR BOGOR, Tiga anak menjadi korban ledakan yang diduga granat ternyata sedang mencari bambu kerisik untuk dijadikan mainan.

Menurut informasi yang diperoleh radarbogor.id, peristiwa ini terjadi pada pukul 14.00 WIB. Dimana tiga orang anak, yakni Mubarok (meninggal dunia), Doni, dan Arul sedang mencari bambu kerisik yang berada di lapangan tembak.

Namun, mereka menemukan benda yang diduga granat diambil dan dibawa ke rumahnya, kemudian dipukul oleh korban tapi langsung meledak tepatnya di belakang rumah.

Bahkan, ledakan terdengar sampai radius 1 kilometer dari lokasi ledakan.

“Mereka sedang bermain ke lapangan tembak untuk mencari bambu kerisik buat mainan dan menemukan sebuah benda yang diduga granat,” kata Kaur Pemerintahan Desa Ciaruteun Ilir, Samsudin kepada Radar Bogor, Kamis (14/2/2019).

Ia juga mengaku, sempat mendengar ledakan tersebut sampai kantor desa, padahal jarak hampir satu kilometer.

“Lokasi lapangan tembak pun berdekatan dengan pemukiman warga hanya berbatasan dengan jalan raya saja,” kata pria yang masih saudara dengan korban meninggal dunia.
(nal)

 

 

Satu Anak Tewas, Berikut Foto dan Data Korban Ledakan Granat di Cibungbulang

CIBUNGBULANG-RADAR BOGOR, Tiga anak menjadi korban ledakan yang diduga granat di Desa Ciaruteun Ilir, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Kamis (14/2/2019) siang sekitar pukul 14:00 Wib.

Ledakan ini mengakibatkan dua orang anak luka dan satu orang meninggal dunia. Mereka adalah Muhammad Mubarok bin Abdul Majid Umur (10) meninggal dunia. Korban merupakan warga Kampung Wangunjaya RT 02/06, Desa Ciaruteunilir, Kecamatan Cibungbulang.

Sementara dua korban selamat, yakni Muhammad Doni bin Dodo (14) luka-luka di tangan dan kaki. Kemudian Khoirul Islami bin Tatang (10), warga Kampung Bubulak RT 02/10, Desa Ciaruteunilir.

Ketiga korban sudah dibawa ke RSUD Leuwiliang oleh pihak keluarga dibantu warga setempat dan staf desa. Peristiwa ini bermula ketika korban mencari bambu dan menemukan benda sejenis granat.

Oleh korban, benda tersebut diambil dan dibawa pulang ke rumahnya, kemudian dipukul. Saat dipukul itulah benda tersebut langsung meledak dan mengenai ketiga korban.

“Mereka sedang bermain ke lapangan tembak untuk mencari bambu kerisik buat mainan dan menemukan sebuah benda yang diduga granat,” kata Kaur Pemerintahan Desa Ciaruteun Ilir, Samsudin kepada Radar Bogor.

Dia mengaku, sempat mendengar ledakan sampai kantor desa, padahal jarak hampir satu kilometer. “Lokasi lapangan tembak pun berdekatan dengan pemukiman warga hanya berbatasan dengan jalan raya saja,” terangnya.(nal/c)

 

Video Korban Ledakan Granat di Cibungbulang Saat Dirawat di RSUD Leuwiliang

CIBUNGBULANG-RADAR BOGOR, Tiga anak menjadi korban ledakan yang diduga granat di Desa Ciaruteun Ilir, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Kamis (14/2/2019) siang.

Menurut informasi yang diperoleh radarbogor.id, peristiwa ini terjadi pada pukul 14.00 WIB. Dimana tiga orang anak, yakni Mubarok (meninggal dunia), Doni, dan Arul sedang mencari bambu kerisik yang berada di lapangan tembak.

Namun, mereka menemukan benda yang diduga granat diambil dan dibawa ke rumahnya, kemudian dipukul oleh korban tapi langsung meledak tepatnya di belakang rumah.

Kini korban selamat masih mendapatkan perawatan medis di RSUD Leuwiliang. Berikit video korban saat dirawat di RSUD Leuwiliang.

 

 

Isak Tangis Iringi Pemakaman Korban Ledakan Granat di Cibungbulang

BOGOR-RADAR BOGOR, Suasana duka menyelimuti keluarga almarhum M. Ibnu Mubarok (11) yang tewas akibat ledakan granat di Kampung Wangun Jaya RT 02/06, Desa Ciaruruten Ilir, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Kamis (14/2/2019) siang.

Korban meninggal dunia di lokasi kejadian akibat menderita luka parah di kepala dan tangan sebelah kanan putus. Sementara dua rekannya, yakni Doni (11) dan Sahrul (11) masih selamat meski mengalami luka cukup parah.

Keduanya pun masih mendapatkan perawatan medis di RSUD Leuwiliang. Sedangkan almarhum Ibnu Mubarok langsung dimakamkan pihak keluarga di kampungnya Desa Ciaruruten Ilir, Kecamatan Cibungbulang, Kamis (14/2/2019) sore.

Ibu korban, Siti Nurhasanah beserta sanak keluarganya tak mampu menahan kesedihan atas kepergian bocah malang tersebut. Isak tangis keluarga mengiringi pemakaman korban.

“Korban meninggal dunia karena mengalami luka parah di kepala dan tangan sebelah kanan putus,” ujar Kasubag Humas Polres Bogor, AKP Ita Puspita Lena dalam keterangan tertulisnya, Kamis (14/2/2019) malam.

Seperti diberitakan sebelumnya, peristiwa ini berawal pada hari Minggu (10/2/2019), ketika korban M. Ibnu Mubarok bermain di Kampung Padati Mondok RT 04/09, Desa Ciaruteun Ilir, Kecamatan Cibungbulang.

“Di sana, korban menemukan satu buah kaleng susu yang diduga berisi granat aktif dan selanjutnya benda tersebut dibawa pulang ke rumah korban,” terangnya.

Pada Selasa (12/2/2019), kaleng susu yang diduga berisi granat tersebut dibuang ibu korban, yakni Siti Nurhasanah ke halaman di sekitar kebun dekat rumahnya.

“Pada hari Kamis (hari ini, red), menurut keterangan saksi, korban mengambil kembali kaleng susu tersebut. Kemudian korban bermain dengan dua temannya yaitu Doni (11) dan Sahrul (11),” paparnya.

Setelah itu, kaleng susu yang diduga berisi granat tersebut dipukul-pukul dengan menggunakan batu dan terjadi ledakan yang mengakibatkan satu korban meninggal dunia di lokasi kejadian, yakni Ibnu Mubarok.(pin)

 

 

Granat Meledak yang Tewaskan Satu Orang di Cibungbulang, Begini Kronologis Versi Polisi

BOGOR-RADAR BOGOR, Dari hasil pemeriksaan sementara petugas kepolisian terhadap ledakan granat yang menawaskan satu anak di Kampung Wangun Jaya, Desa Ciaruruten Ilir, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Kamis (14/2/2019) siang diduga akibat ketidak tahuan korban.

Dari keterangan tertulis yang disampaikan Kasubag Humas Polres Bogor, AKP Ita Puspita Lena, peristiwa ini menyebabkan satu anak meninggal dunia dan dua lainnya menderita luka parah.

Peristiwa ini berawal pada hari Minggu (10/2/2019), ketika korban M. Ibnu Mubarok (11) bermain di Kampung Padati Mondok RT 04/09, Desa Ciaruteun Ilir, Kecamatan Cibungbulang.

“Di sana, korban menemukan satu buah kaleng susu yang diduga berisi granat aktif dan selanjutnya benda tersebut dibawa pulang ke rumah korban,” terangnya.

Pada Selasa (12/2/2019), kaleng susu yang diduga berisi granat tersebut dibuang ibu korban, yakni Siti Nurhasanah ke halaman di sekitar kebun dekat rumahnya.

“Pada hari Kamis (hari ini, red), menurut keterangan saksi, korban mengambil kembali kaleng susu tersebut. Kemudian korban bermain dengan dua temannya yaitu Doni (11) dan Sahrul (11),” paparnya.

Setelah itu, kaleng susu yang diduga berisi granat tersebut dipukul-pukul dengan menggunakan batu dan terjadi ledakan yang mengakibatkan satu korban meninggal dunia di lokasi kejadian, yakni Ibnu Mubarok.

Ledakan yang diduga granat tersebut, sambungnya, dengan jarak radius kurang lebih 7 meter dan serpihannya mengenai dinding rumah warga sekitar.(pin)