Banner 1

Parah! Pedestrian Belum Bersih dari PKL

BOGOR – Pemkot Bogor terus berbenah menjelang akan diresmikannya fasilitas pedestrian (pejalan kaki) Kebun Raya Bogor (KRB). Sejumlah SKPD dikumpulkan dalam rapat di Paseban Surawisesa Balaikota, Kamis (05/01/2017). Salah satu masalah yang menjadi sorotan Walikota Bogor Bima Arya adalah jalur pedestrian yang belum steril......

Menang di #WeLoveCities, Bogor Dinobatkan Sebagai Kota Paling Dicintai di Seluruh Dunia

BOGOR- BOGOR - Setelah melewati proses panjang, akhirnya Kota Bogor meraih kemenangan di ajang #WeLoveCities dan dinobatkan sebagai kota paling dicintai di seluruh dunia dalam ajang yang digelar World Wide Fund for Nature....

PSB Bogor Sukses Gulung Persima Majalengka

BOGOR - PSB Bogor berhasil meraih poin penuh dalam lanjutan Liga Nusantara 2016. Tidak tanggung-tanggung anak-anak Laskar Pakuan menggulung tim asal Jawa Barat lainnya, Persima Majalengka enam gol tanpa balas....

Hadapi Liga Nusantara, PSB Matangkan Persiapan

BOGOR–Skuat PSB terus mengasah kemampuannya dalam rangka persiapan menghadapi Liga Nusantara (Linus) di Depok pada 8-11 Agustus nanti. Bertempat di Stadion Padjajaran, kemarin tim kebanggaan warga Kota Bogor ini melakoni uji tanding melawan kesebelasan Ciomas....

Mantap! Atasi Pemotor Nekat, Walikota Instruksikan Patroli di Jalur Sepeda Otista

BOGOR – Aksi Mahesa Jenar (13) dan Wildan Pratama Putra (13) yang nekat memalang sepedanya di jalur sepeda Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista) yang dilewati pengguna sepeda motor jelas menampar telak Pemkot Bogor.Walikota Bima Arya bahkan mengaku greget jika melewati Jalan Otista. Jalur yang dibangun khusus untuk sepeda seringkali dikuasai sepeda motor, berbeda dengan.......

Monday, 24 September 2018

Segera Direvitalisasi, Pedestrian Suryakencana Tetap Pertahankan Ciri Khasnya

BOGOR-RADAR BOGOR, Meninjau kondisi pedestrian di sepanjang Jalan Suryakencana kembali dilakukan Wali Kota Bogor Bima Arya, Sabtu (21/09/2018) siang.
Didampingi Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor Rakhmawati, Kepala Satpol PP Kota Bogor Herry Karnadi, Camat Bogor Tengah Agustian Syah dan jajaran staf lainnya, orang nomor satu tersebut berjalan kaki menyusuri trotoar mulai dari Vihara Dhanagun hingga Gang Aut.
Dalam peninjauannya kali ini, Bima secara langsung berinteraksi dengan para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di depan toko dan trotoar. Hal tersebut dilakukannya untuk memastikan keberadaan jumlah PKL yang berada di Jalan Suryakencana. Pasalnya, tidak lama lagi trotoar yang berada di wilayah pecinan tersebut akan direvitalisasi menjadi pedestrian yang cantik.
Bima mengatakan, sisi sebelah kanan sudah terlebih dahulu di cek dan hari ini ia mengecek sisi sebelah kiri. Dari data dan hasil interaksi secara langsung banyak pedagang yang sudah berjualan cukup lama di sepanjang jalan Suryakencana. Sehingga diperlukan konsep yang matang untuk penataan PKL pasca revitalisasi.
“Disini total ada 80 pedagang, mungkin hanya 30 pedagang tradisional yang bisa dipertahankan. Kami juga akan memberikan penampungan sementara saat revitalisasi berjalan. Sementara untuk penataan PKL secara permanen akan dirapatkan minggu depan,” ujarnya.
Kepala Satpol PP Kota Bogor Herry Karnadi mengatakan, meski jalur ini akan direvitalisasi namun Wali Kota ingin Suryakencana tidak kehilangan kekhasannya, terutama PKL kuliner khas Bogor, seperti Soto Kuning, Toge Goreng, Combro, Martabak akan tetap dipertahankan. Sementara sisanya yang lain akan masuk di dua tempat, yakni Pasar Sukasari atau Pasar Bogor.
“Sosialisasi susah sekali dilakukan mereka siap untuk dipindah sementara. Namun yang perlu dimatangkan setelah pembangunan revitalisasi selesai mana saja PKL yang tetap mana yang memang harus pindah,” imbuhnya.
Kepala Bidang Tata Ruang dan Perencanaan Pengawasan Infrastruktur Dinas PUPR Kota Bogor Junenti Nadeak mengatakan, revitalisasi akan dilakukan secara dua tahap.
Tahap pertama akan mulai dilakukan tahun ini setelah ada pemenang lelang dengan masa kerja 85 hari. Pembangunan akan dimulai dari sebelah kiri dengan lebar pedestrian 2,5 Meter tanpa lajur sepeda dan sebelah kanan 3,5 Meter dengan lajur sepeda. Total panjang pedestrian mencapai 1,14 Km dari Vihara hingga Gang Out. Pembangunan pedestrian ini sudah termasuk drainase dan utilitas.
“Rencana itu selesai di akhir desember dengan biaya Rp 14 Miliar. Sedangkan tahap ke-2 nya dilanjut dengan pelebaran trotoar sebelah kiri yang ditambah 1 meter dan betonisasi jalan,” katanya. (fla/adit-SZ)

16 Finalis Tampil di Grand Final Bintang Radio RRI Bogor


BOGOR-RADAR BOGOR, Sebanyak 16 peserta finalis tampil dalam Grand Final Bintang Radio RRI Bogor di halaman RRI Bogor, Sabtu (22/09/2018) malam, setelah mereka melewati babak semi final Bintang Radio RRI yang bertajuk bintang radio Indonesia dan Asean 2018.

Kepala LPP RRI Bogor Danang Prabowo d“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Bogor yang hal ini diwakili Kepala Disparbud, juga dari Pemkab Bogor, DPRD, Korem serta seluruh mitra yang telah mendukung hingga terlaksananya babak grand final pada malam hari ini,” ucap Danang.

Peserta terbaik pertama 2 orang, yaitu 1 putra dan 1 putri dari 16 babak grand final bintang radio tingkat Bogor yang malam ini menjadi juara akan mewakili Bogor ke tingkat Nasional yang akan akan berlangsung di Jakarta, 5 – 10 November 2018 nanti.

“Jadi masih ada waktu untuk memperkuat, memperbaiki dan memaksimalkan yang lolos ke tingkat nasional membawa nama Bogor ini,” kata Danang.

Untuk itu ia meminta Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor maupun yang mewakili Kabupaten Bogor mendukungnya dengan mendatangkan guru vokal.

Kepada dewan juri ia berharap untuk memilih dengan baik peserta grand final bintang radio yang nanti kedepan akan menjadi duta Bogor dalam pemilihan bintang radio tingkat nasional.

Sementara itu Kepala Disparbud Kota Bogor Shahlan Rasyidi menuturkan, bintang radio RRI Bogor ini merupakan salah satu kegiatan yang sangat positif dalam rangka meningkatkan prestasi bagi anak-anak, terutama menampung kreativitas anak-anak muda yang memang hobi menyanyi.

“Mudah-mudahan bisa menyebar wilayah lainnya, bukan hanya di Bogor saja, tapi ke Cianjur, Kabupaten dan Kota Sukabumi juga Depok,“ harap Shahlan. (Ismet-SZ)
alam sambutannya mengatakan, cukup banyaknya peserta bintang radio tahun 2018 RRI Bogor. Hal ini menunjukkan di Bogor dan sekitarnya sangat memiliki potensi talenta penyanyi.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Bogor yang hal ini diwakili Kepala Disparbud, juga dari Pemkab Bogor, DPRD, Korem serta seluruh mitra yang telah mendukung hingga terlaksananya babak grand final pada malam hari ini,” ucap Danang.

Peserta terbaik pertama 2 orang, yaitu 1 putra dan 1 putri dari 16 babak grand final bintang radio tingkat Bogor yang malam ini menjadi juara akan mewakili Bogor ke tingkat Nasional yang akan akan berlangsung di Jakarta, 5 – 10 November 2018 nanti.

“Jadi masih ada waktu untuk memperkuat, memperbaiki dan memaksimalkan yang lolos ke tingkat nasional membawa nama Bogor ini,” kata Danang.

Untuk itu ia meminta Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor maupun yang mewakili Kabupaten Bogor mendukungnya dengan mendatangkan guru vokal.

Kepada dewan juri ia berharap untuk memilih dengan baik peserta grand final bintang radio yang nanti kedepan akan menjadi duta Bogor dalam pemilihan bintang radio tingkat nasional.

Sementara itu Kepala Disparbud Kota Bogor Shahlan Rasyidi menuturkan, bintang radio RRI Bogor ini merupakan salah satu kegiatan yang sangat positif dalam rangka meningkatkan prestasi bagi anak-anak, terutama menampung kreativitas anak-anak muda yang memang hobi menyanyi.

“Mudah-mudahan bisa menyebar wilayah lainnya, bukan hanya di Bogor saja, tapi ke Cianjur, Kabupaten dan Kota Sukabumi juga Depok,“ harap Shahlan. (Ismet-SZ)

Tarik Minat Masyarakat, Trans Pakuan Segera Pakai Member Card


BOGOR–RADAR BOGOR,Perusahaan Daerah jasa Transportasi (PDJT) harus terus berinovasi agar Trans Pakuan dapat bertahan dan bisa bersaing. Plt Dirut PDJT, Endang Suherman memastikan, akan melanjutkan estafet rencana pimpinan sebelumnya.

Terutama, untuk mengoperasikan bus yang kini masih terparkir di kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor di bulan November mendatang.

“Ya, itu (pengoperasian bus) sudah bagus, saya akan melanjutkan inovasi yang memang beban beliau dan meminta dukungan yang baik dari para karyawan,” ujar Endang Suherman kepada Radar Bogor.

Keberhasilan PDJT menyisihkan uang hasil operasional untuk menebus dua unit bus bantuan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tahun 2017, kata Endang, merupakan hasil kerja keras dan loyalitas karyawan.

Beberapa waktu lalu, saat ia berdiskusi dengan perwakilan karyawan, ada optimisme bahwa PDJT akan kembali bangkit secara bertahap.

“Kami optimis bisa menyesuaikan dan menuntaskan yang sudah ada, meski memang kondisi di PDJT sedang kurang sehat,” tuturnya.

Bahkan, Endang telah merencanakan untuk melakukan inovasi member card untuk menarik masyarakat. Dengan membayar perbulan, masyarakat bisa beberapa kali naik bus Transpakuan.

Target pertamanya adalah pelajar yang bersekolah di rute lintasan Transpakuan.

“Jadi mereka tak perlu lagi bawa kendaraan pribadi dan kita arahkan agar mereka mencintai angkutan umum, bahkan akan ada potongan harga jika menggunakan member card itu,” pungkasnya.(gal/ysp)

Friday, 21 September 2018

Hadiri Gebyar PAUD, Bima Arya: Anak Investasi Orangtua di Dunia dan Akhirat



BOGOR-RADAR BOGOR, Walikota Bogor Bima Arya menghadiri Gebyar Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD-Dikmas) tingkat Kota Bogor di Lapangan Softball GOR Pajajaran, Tanah Sareal, Rabu (19/9/2018).

Didampingi sang istri yang juga Bunda PAUD Kota Bogor Yane Ardian, kedatangan keduanya disambut lagu ‘Bogor Kota Kesayangan’ yang dinyanyikan oleh 2.500 murid PAUD dan 500 orang pendamping.
Dalam sambutannya, Bima Arya berpesan kepada para orangtua bahwa anak merupakan investasi untuk di dunia dan di akhirat. “Anak ini titipan Allah. Harus dijaga dan dididik dengan baik. Anak akan meniru tingkah laku orangtua apabila orang tua berperilaku baik dan hebat anak akan mencontoh untuk berperilaku baik dan hebat pula,demikian juga sebaliknya,” ungkap Bima.

Ia menambahkan, Pemkot melalui TP PKK terus berupaya untuk mewujudkan ketahanan keluarga dan kota ramah anak. “Yang harus lebih berperan adalah orangtua serta guru-guru. Jika orangtua menjadi keteladanan Insya Allah anak-anaknya menjadi anak yang hebat dan juara. Kalau guru-gurunya inspiratif pasti murid murid akan mengikuti. Kota Bogor akan betul-betul fokus untuk menjadikan keluarga, rumah tangga sebagai sumber keteladanan dan juga menjadikan guru-guru sumber yang inspiratif bagi semua,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, Bima Arya berinteraksi dengan para anak PAUD. Bima menanyakan sejumlah cita-cita dan harapan. Ada yang ingin menjadi walikota, polisi, dokter dan sejumlah profesi lainnya. Kemudian anak-anak tersebut diajak untuk melepas balon harapan ke udara sebagai simbolisasi bahwa untuk menggapai cita-cita setinggi langit.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Fahrudin mengatakan, selain Gebyar PAUD, juga dilakukan peluncuran lagu PAUD Kota Bogor yang dinyanyikan langsung oleh Yane Ardian.
“Saat ini ada 400 PAUD se-Kota Bogor. Kami terus siapkan, tingkatkan perkembangan baik secara fisik,mental dan juga pengetahuan. Jadi, lewat PAUD kita siapkan untuk masa depan yang cerah, ceria, sehat dan cemerlang,” ungkap Fahrudin
Dalam gebyar PAUD ini ditampilkan juga pameran kerajinan dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). “Kami menargetkan Kota Bogor minimal memiliki satu PKBM di satu kelurahan. Sehingga ada pusat kegiatan belajar masyarakat di setiap kelurahan dan ini diharapkan menjadi solusi meningkatkan lama masa belajar di Kota Bogor. (nidar/ghofur/pri)

Sumber : RADAR BOGOR

Jelang Pemilu 2019, Muspida Kota Bogor Gelar Deklarasi Damai



BOGOR-RADAR BOGOR, Jajaran Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Kota Bogor yang terdiri dari Walikota Bogor Bima Arya, Kapolresta Bogor Kota Kombes Ulung Sampurna Jaya, Dandim 0606/Kota Bogor Letkol Arm Doddy Suhadiman, Dandenpom III/1 Bogor Letkol Cpm Sony Yusdarmoko dan Ketua Bawaslu Kota Bogor Yustinus Ellyas membacakan dan menandatangani deklarasi damai jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 mendatang.

Dalam kegiatan yang dipusatkan di lapangan Mapolresta Bogor Kota, Kedung Halang, Bogor Utara, Rabu (19/9/2018) tampak hadir pula perwakilan dari partai politik, tokoh agama, tokoh masyarakat, mahasiswa, pemuda dan organisasi masyarakat.

Dalam deklarasi itu, semua pihak mulai dari penyelenggara, pengawas, peserta Pileg serta masyarakat Kota Bogor dituntut untuk melaksanakan, mengawasi serta mengikuti proses pemilihan yang damai dan kondusif untuk mewujudkan demokrasi yang bermartabat.

Untuk mewujudkan itu, Walikota Bogor Bima Arya menegaskan komunikasi antar Muspida, partai politik dan masyarakat di Kota Bogor adalah kunci dalam mewujudkan Pemilu 2019 yang aman dan kondusif.

Bima juga mengungkapkan beberapa hal, diantaranya berkaitan dengan tugas pokok instansi (tupoksi) Aparatur Sipil Negara (ASN) dan TNI-Polri harus meneguhkan prinsip-prinsip netralitas untuk menjaga kondusifitas selama proses Pileg dan Pilpres nanti.

“Mari kita sama-sama kawal proses pesta demokrasi lima tahunan ini agar berjalan dengan baik, sukses, aman dan kondusif,” ujar Bima.

Bima menambahkan, akan melaksanakan prosedur seperti biasa melalui koordinasi dan komunikasi di lapangan dengan aparatur wilayah. “Semua hal yang diperlukan sudah dipersiapkan. Mulai dari data, anggaran dan operasionalnya. Harapannya semoga komunikasi antar lembaga dan juga khususnya pada partai politiknya berjalan baik,” pungkas Bima.

Dalam deklarasi damai itu, tercantum sejumlah poin, seperti mematuhi dan menaati segala bentuk peraturan dan ketentuan yang berlaku, menyelesaikan permasalahan pileg dan pilpres sesuai dengan prosedur hukum.

Selain itu, tertulis pula agar masyarakat menolak politik uang, menghindari kegiatan yang bersifat provokasi, menghasut, ujaran kebencian (hate speech), tidak menggunakan isu sara dalam pelaksanaan pileg dan pilpres serta mendukung polri dalam penegakan hukum.

Selain deklarasi damai, agenda juga diisi dengan apel gelar pasukan bertajuk Operasi Mantap Brata 2018 yang diikuti ratusan personil gabungan dari Kepolisian, TNI, aparatur daerah Pemerintah Kota Bogor seperti Satpol PP dan Dinas Perhubungan Kota Bogor. (rabas/adt/tiko/shafira/pri)

Sumber : RADAR BOGOR

Bima Arya Tunjuk Endang Suherman Jadi Plt Dirut PDJT



BOGOR-RADAR BOGOR, Kepala Bagian Humas Protokol pada Sekretariat Daerah Kota Bogor dipercaya Walikota Bogor Bima Arya untuk menempati posisi sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (Dirut PDJT). Penunjukan itu berdasarkan Surat Keputusan (SK) yang ditandatangani langsung oleh walikota, belum lama ini.

Terakait penunjukannya itu, Endang Suherman menyatakan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dirinya harus siap ditugaskan dimana pun oleh pimpinan. “Harus siap pastinya karena sudah kewajiban kita sebagai ASN. Tujuannya sama, yakni ingin meningkatkan pelayanan publik,” ungkap Endang diruang kerjanya, Rabu (19/9/2018).

Endang mengaku belum mengetahui isi tubuh PDJT secara menyeluruh. Namun, setelah SK tersebut resmi diterimanya, Endang akan melakukan briefing bersama seluruh karyawan untuk mengetahui kondisi dan permasalahan serta kendala yang dihadapi.

“Walaupun seperti yang kita tahu kondisi PDJT saat ini sedang kolaps. Semaksimal mungkin kita sehatkan lagi. Mudah-mudahan dengan kebersamaan semua karyawan PDJT bisa sehat kembali.
Pelayanan publik tidak boleh terlantar dan harus diutamakan. Masyarakat membutuhkan angkutan masal yang aman dan nyaman. Nanti kita coba bahas perjuangkan bersama,” jelasnya.

Jika pelayanan publik berjalan dengan baik, lanjut Endang, akan berdampak pada kinerja perusahaan baik pula. “Hingga pada akhirnya perusahaan yang bagus akan meningkatkan kesejahteraan karyawan.

Mudah-mudahan ke depan kita coba sedikit demi sedikit karena harus dipelajari dulu bagaimana manajemennya, kendala dan semua permasalahannya. Yang terpenting pelayanan publik itu tidak sampai berhenti dan harus terus berjalan,” pungkasnya. (tria/pri)

Sumber : RADAR BOGOR

Teguh Wibowo Resmi Jadi Kepala Lapas Paledang Kelas IIA



BOGOR-RADAR BOGOR, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Paledang, berganti pucuk pimpinan. Serah terima jabatan dan acara pisah sambut berlangsung di Aula Graha Rahardjo Lapas Kelas IIA Paledang, Jalan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Rabu (19/09/2018).

Kepala Lapas Paledang Kelas IIA Paledang sebelumnya, Gunawan Sutrisnadi digantikan oleh Teguh Wibowo yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Lapas Kelas IIA Metro, Lampung. Sedangkan Gunawan akan menempati posisi barunya sebagai Kepala Lapas Kelas IIA Bengkulu.

Usai acara Gunawan memaparkan bahwa selama masa kepemimpinannya ada sejumlah program yang telah dikerjakan. Diantaranya pelayanan publik.

“Kantin jempol bebas dari peredaran uang. Terus layanan service kita punya mesin untuk warga binaan, kapan dia bebas, kapan dia remisi, kapan dia dapat bebas bersyarat. Itu dimaksudkan agar tidak ada lagi komunikasi dengan petugas,” paparnya.

Sementara soal pengganti dirinya, Gunawan percaya jika seniornya itu bisa meneruskan program kerja dan mampu menciptakan inovasi-inovasi baru. Terlebih, ujarnya, Teguh sudah jauh berpengalaman.

“Bahkan di Lampung beliau memimpin di Metro sudah menerapkan wilayah bebas korupsi. Tentunya pengalaman-pengalaman di sana bisa di terapkan di sini yang baiknya,” ungkapnya.

Acara serah terima jabatan dan pisah sambut itu selain dihadiri Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman, juga turut disaksikan Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya serta sejumlah perwakilan unsur pimpinan Muspida lainnya. (Dn/Albi/Nidar-Magang/Foto:Ismet-SZ)

Sumber : RADAR BOGOR

Pemkot Bogor Raih Dua Penghargaan TOP 99 Inovasi Pelayanan Publik 2018



BOGOR-RADAR BOGOR, Wali Kota Bogor Bima Arya menerima dua penghargaan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) Tahun 2018.

Penghargaan tersebut diserahkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Syafruddin di Grand Ballroom, Hotel Shangri La Surabaya, jalan Mayjen Sungkono 120, Surabaya, Rabu (19/09/2018) malam.

Dua inovasi Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang berhasil masuk TOP 99 Inovasi Pelayanan Publik tersebut yaitu, Aplikasi Nominatif Jabatan Struktural Government Clear (Anjas Go Clear) dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Aparatur (BKPSDA) Kota Bogor dan aplikasi Sederhana, Mudah, Akuntabel, Ramah dan Transparan (SMART) dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bogor.

“Aplikasi SMART ini adalah inovasi dari temen-temen DPMPTSP Kota Bogor yang intinya memberikan kemudahan-kemudahan kepada warga untuk pengurusan perizinan dan inovasi ini sudah diterapkan beberapa tahun terakhir ini,” kata Bima usai menerima penghargaan.

Sementara itu, aplikasi Anjas Go Clear merupakan inovasi yang dikembangkan oleh BKPSDA Kota Bogor untuk mempermudah Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam memilih pegawai sesuai dengan jabatannya.

“Kalau di BKPSDA Kota Bogor ada inovasi aplikasi Anjas Go Clear. Aplikasi ini untuk memastikan dan memilih pegawai dengan konsep the right man on the right place,” ujarnya.

Menurutnya, selama ini BKPSDA Kota Bogor
sudah menerjemahkan sesuai arahannya agar membangun meritokrasi (menentang birokrasi yang sarat KKN terutama pada aspek nepotisme) di kepegawaian.

“Konsepnya the right man on the right place. Jadi ini real time sesuai dengan aturan dan jabatannya,” jelasnya.

Kedepan Pemkot Bogor akan membangun suatu sistem dimana seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mendapatkan insentif atas inovasi-inovasinya.

“Jadi nanti akan dianggarkan melalui APBD atas inovasi-inovasi yang dilakukan masing-masing OPD,” tutur Bima.

Subid Informasi Data dan Kepegawaian BKPSDA Kota Bogor Tosan Wiar Ramdhani menuturkan, aplikasi Anjas Go Clear merupakan
salah satu terobosan dari BKPSDA Kota Bogor. Jadi penunjukan jabatan struktural itu bisa dibuat sesuai aturan melalui aplikasi ini.

“Kedepan pengisian jabatan struktural jika memenuhi kompetensi, pimpinan bisa menempatkan pegawai di posisi yang tepat atau the right man on the right place,” jelasnya.

Kepala DPMPTSP Kota Bogor Denny Mulyadi menuturkan, mudah-mudahan penghargaan ini bisa menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Kedepan kami akan terus menyempurnakan dan membuat inovasi-inovasi lainnya untuk pelayanan di DPMPTSP dan tahun ini kami menargetkan 51 pelayanan perizinan bisa diakses secara online,” jelasnya. (SZ-Indra)

Sumber : RADAR BOGOR

Hujan Bikin Aspal Tergenang Air, Revitalisasi Jogging Track Lapangan Sempur Tersendat



BOGOR–RADAR BOGOR, Hujan yang mengguyur Kota Bogor beberapa hari terakhir menyebabkan revitalisasi jogging track Lapangan Sempur tak berjalan lancar.

Hujan mengakibatkan aspal menjadi tergenang air. Bahkan, ada sekitar 10 titik genangan yang perlu dibuat penambalan ulang.

“Kemarin pas hujan kami lihat ada genangan, makanya saya minta ada penambalan pada gena­ngan itu,” ujar Kabid Pertama­nan pada Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperum­kim) Kota Bogor, Agus Guna­wan kepada Radar Bogor, kema­rin (18/9).

Penambalan ulang itu, kata Agus, menjadikan pengaspalan mengalami keterlambatan sekitar seminggu. Seharusnya, saat ini sudah dilakukan pekerjaan perekatan rubber sintetik. Meski demikian, Agus yakin bahwa hasilnya akan lebih baik.

“Kami ingin base yang rapi dan bagus, kalau tidak bagus khawatir perekatan rubber dengan aspal kurang bagus, lebih baik terlambat daripada hasilnya kurang bagus,” terangnya.

Genangan itu, lanjut Agus, terjadi karena dinilai kemiringan aspal ke drainase di sisinya kurang maksimal. Karenanya, apabila telah dilakukan perekatan antara aspal dengan rubber kemiringan harus terukur sehingga air langsung masuk ke drainase tak lagi menggenang.

“Rencana besok (red, hari ini) kami akan pasang rubber sintetik, kontraktor minta waktu satu bulan untuk pekerjaannya dan paling cepat tiga minggu, kami mengejar sebelum musim hujan karena takut tidak bisa merekat rubber-nya,” pungkasnya.(gal/ysp)

Sumber : RADAR BOGOR

Pemkot Bogor Umumkan Formasi CPNS 2018, Berikut Rinciannya



BOGOR-RADAR BOGOR, Pemkot Bogor resmi mengumunkan formasi kebutuhan PNS dalam rekrutmen CPNS 2018.

Dalam pengumuman tersebut, tersedia 244 lowongan, 18 diantaranya lowongan untuk guru khusus honorer kategori 2 (K2), 135 untuk tenaga guru, 70 untuk tenaga kesehatan dan 21 untuk tenaga teknis.

Dalam pengumuman yang ditanda tangani Walikota Bogor Bima Arya itu, pendaftaran secara daring (online) dimulai tanggal 26 September sampai 10 Oktober 2018.

Pelamar mendaftar secara daring ke website https://sscn.bkn.go.id.

Untuk bisa mendaftar, pelamar harus memiliki alamat surat elektronik (e-mail) yang masih aktif serta nomor induk kependudukan (NIK). (ysp)

Sumber : RADAR BOGOR

Santap Daging Puyuh Goreng dan Bakar Ini, Rasanya..Emmm. Mantap!



BOGOR-RADAR BOGOR, Menu makanan dari bahan daging puyuh menjadi salah satu panganan yang banyak digemari oleh masyarakat Kota Bogor saat ini.

Rasa daging puyuh yang gurih mampu membuat anak–anak sampai orang tua menyukainya. Adalah Sandi (25), salah satu pedagang daging puyuh goreng dan bakar di Kota Hujan.

Berbekal gerobak kuning dan mangkal di sebelah Gedung Unit Transfusi Darah PMI Bogor, tepatnya di Jalan Kresna Raya, Bantarjati, Bogor Utara, Bogor, daging puyuh goreng dan bakar miliknya banyak diserbu pembeli.  Apalagi, pedagang daging puyuh termasuk jarang di kota ini.

“Seingat saya, hanya satu-satunya kalau di Kota Bogor. Pernah lihat ada yang menjual tapi di Ciawi, buka kios dia,” kata Sandi membuka percakapan, Rabu (19/9/2018).

Sambil kedua tangannya sibuk menggoreng burung puyuh, Sandi bercerita awalnya jatuh cinta dengan burung puyuh hingga memulai usaha.

Kecintaan pada kuliner serta ajakan sang kakak untuk membuka usaha burung puyuh akhirnya dilakoninya.

“Buka tahun 2015, saya coba-coba burung puyuh, tapi tidak semua orang suka karena melihat burung puyuh dagingnya kecil, jadi saya juga jual ayam bakar dan goreng,” kata Sandi yang suka memakai topi itu.

Sehari, Sandi bisa menjual burung puyuh sebanyak 10 ekor. Burung Puyuh jenis lokal itu didapatkan dari suplier di Bogor. Tetapi burung puyuh itu berasal dari peternakan di Yogyakarta.

“Jadi kalau stok dari Jogja ke agen Bogor kosong, ya saya tidak bisa menjual,” kata Sandi
Selain itu, sambal pendamping burung puyuh goreng atau bakar cukup digemari pelanggan.
Sebab, sambal yang dibuat Sandi pedas tanpa menggunakan tomat sehingga membuat banyak pelanggan ketagihan.

“Dagingnya enak, sambalnya pedas, bikin nagih,” kata Dodit yang sering makan malam di warung Sandi.

Pelanggan lainnya, Wawan juga memuji menu burung puyuh yang dijual Sandi.

“Teksturnya lembut, dagingnya lebih besar karena langsung dari peternak,” kata Wawan.

Sandi mengatakan burung puyuh yang dijualnya berjenis pejantan lokal dengan berat sekitar 125 gram.
“Jadi lebih enak dagingnya, semuanya pejantan,” kata Sandi yang sebelumnya bergelut di bidang marketing selama 10 tahun. (ysp)

Sumber : RADAR BOGOR

PN Kota Bogor Ketuk Kesepakatan Damai Lahan R3



BOGOR – RADAR BOGOR,Pengadilan Negeri (PN) Kota Bogor mengetuk palu tanda ditutupnya sidang putusan mediasi akte perdamaian antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dengan pemilik lahan Regional Ring Road (R3) seksi 2, Siti Khadijah, seluas 1.987 meter persegi di Kelurahan Katulampa Kecamatan Bogor Timur, kemarin (19/9).

Pengadilan memutuskan dua opsi untuk menyelesaikan masalah terkait gugatan yang dilayangkan pemilik lahan terhadap Pemkot Bogor yang dibatasi hingga Desember 2018.

“Intinya proses sudah sepakat, terkait dengan nanti masalah pelaksanaannya masih bisa dirubah terkait ini dengan bagaimana pelaksanaan pembayaran. Karena memang belum fix, apakah dibayarkan di anggaran perubahan, murni ataupun nanti kita juga meminta saran dari ahli terkait dengan ini,” ujar
Kabag Hukum pada Setda Kota Bogor Novy Hasby Munawar kepada Radar Bogor.

Sementara untuk nilai ganti rugi dalam kesepakatan tersebut, katanya, belum ada. Sebab nilai tersebut akan ada ketika telah ditentukan oleh appraisal yang independen.

“Dalam kesepakatan ini belum sama sekali menunjukkan nilai. Di dalam kesepakatan damai ini akan dibayarkan ganti rugi yang ditentukan oleh appraisal yang independen,” tuturnya.

Kesepakatan itu menghasilkan dua opsi yaitu ruislagh terkait surat tanah yang dikuasai oleh DJKN atau pembayaran uang secara keseluruhan.

“Ketika opsi pertama ini tidak bisa dilaksanakan karena tidak diberikan DJKN maka akan dilaksanakan opsi kedua,” tambahnya.

Sementara itu, kuasa pemilik lahan, Salim Abdullah, mengungkapkan kesepakatan yang telah diputuskan bisa dilaksanakan dengan baik diantara kedua belah pihak. Sebab jika dilaksanakan dengan baik maka bisa memberikan keadilan bagi kedua belah pihak.

“Kalau keputusan ini dilaksanakan dengan baik insyaallah puas semuanya. Yang penting kan pelaksanaannya, kalau saya sudah komit, tinggal menunggu dari Pemkot,” pungkasnya. (gal)

Sumber : RADAR BOGOR

Bus Mini Trans Terguling di Jalan Gatot Subroto, Begini Kondisinya


JAKARTA-RADAR BOGOR, Sebuah bus Mini Trans terguling di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (20/9/2018) sekitar pukul 13.00 WIB. Bus berwarna oranye itu terguling tepat di depan Kantor Dirjen Pajak.

Mobil itu terlihat melintang di tengah jalan. Saat ini petugas Dishub DKI dan Kepolisian sedang melakukan evakuasi terhadap bus itu. Petugas pun sudah menderek bus yang sudah rusak parah.

“Iya benar terjadi kecelakaan. Saya sedang di lokasi kejadian,” kata Kasubdit Bin Gakkum Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto saat dihubungi, Kamis (20/9).

Sementara itu, Kepala Humas PT Transjakarta, Wibowo mengatakan insiden bus Transjakarta yang terguling di Jalan Gatot Subroto. Namun, belum diketahui penyebab bus tersebut bisa sampai terguling dan apakah ada korban dalam insiden tersebut. “Kronologis dan informasinya sedang dikumpulkan,” ujarnya.

Diketahui, bus Mini Trans dengan nomor bus TSW 039 itu terguling dari arah Pancoran ke Semanggi. Belum diketahui penyebab kecelakaan lalu lintas tersebut.

(ysp)

Sumber : Radar Bogor