Banner 1

Friday, 24 March 2017

Komnas PA: Kasus Pencabulan Anak di Bawah Umur Sudah SOS


BEKASI – Perihal tindakan pencabulan kepada anak di bawah umur sudah merupakan persoalan darurat yang ada saat ini. Semua pihak harus bahu – membahu dalam menyelesaikan persoalan tersebut.

Komisioner Komnas Perlindungan Anak, Immaculata mengatakan, perlu ada bimbingan kepada seluruh anak sejak dini. Supaya mereka tidak menjadi korban nafsu bejat orang sekitarnya.

“Saat ini tidak hanya pada anak laki – laki, anak perempuan sama, kondisi kita saat ini sudah SOS sekali ya, karena pelakunya sudah pasti orang dekat, tidak pernah ada orang jauh melakukan seperti ini,” ujarnya.

Perempuan berkacamata ini menyatakan, bahwa anak – anak pun harus mendapatkan pendidikan untuk tidak menjadi pelaku dan korban. Mereka harus mendapatkan bimbingan terkait dengan hal tersebut langsung dari orangtuanya.

“Pembelajaran buat orang tua adalah bahwa saat ini tidak ada orang yang bisa dipercaya. Kepada ibu – ibu menjaga dengan sangat baik, memberikan pengetahuan, trik – trik kepada anak,” sambungnya.

Menurut dia, semua pihak bisa ikut bersama menjaga supaya tindakan seksual kepada anak dibawah umur tidak terjadi. Untuk menuntaskan persoalan tersebut pun membutuhkan keseriusan yang lebih.

“Kita harus terjun betul – betul ke sekolah, bukan hanya supaya tidak menjadi korban, tapi supaya tidak menjadi pelaku. Ini badan – badan terkait mesti masuk ke TK ke SD, karena kita sudah darurat,” tuturnya.

Saat ini, kata dia, Komnas PA sudah mengadakan gerakan keamanan sekampung dengan memberikan penyuluhan kepada warga supaya lingkungan juga memberikan keamanan.

Diketahui bahwa, baru – baru ini salah satu siswi SMA di Bekasi, IPF menjadi korban “budak seks” paman dan sepupunya selama beberapa tahun kebelakang. Pamannya, Budi Rahmat (56) menggagahi IPF sejak korban duduk di kelas 5 SD. Sementara itu, anak Budi Rahmat, Didik Darmawan (22) mulai menyetubuhi sepupunya itu saat korban kelas 2 SMP.
(neo)

sumber:POJOKJABAR.com,

0 komentar:

Post a Comment